Berita

PRM Bolang Kupas Kaidah Kehidupan dalam Al-Qur’an, Ustadz Agus Efendi Ajak Jamaah Menata Lisan dan Menjaga Kejujuran

125
×

PRM Bolang Kupas Kaidah Kehidupan dalam Al-Qur’an, Ustadz Agus Efendi Ajak Jamaah Menata Lisan dan Menjaga Kejujuran

Sebarkan artikel ini

PRM Bolang Kupas Kaidah Kehidupan dalam Al-Qur’an, Ustadz Agus Efendi Ajak Jamaah Menata Lisan dan Menjaga Kejujuran

BOLANG – Masjid Baiturrahman Dusun Bolang Setepeng dipadati jamaah pada Ahad (18/1/2026). Sejak pagi hari, masyarakat Dusun Bolang Setepeng dan sekitarnya mengikuti kajian bertema Kaidah-kaidah Kehidupan di dalam Al-Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz Agus Efendi, S.Ag., M.Ag. Kegiatan kajian berlangsung mulai pukul 05.00 WIB hingga selesai dengan suasana khidmat dan penuh antusiasme.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Agus Efendi menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berisi tuntunan ibadah ritual, tetapi juga memuat kaidah-kaidah kehidupan yang mengatur sikap, perilaku, serta hubungan antarmanusia. Oleh karena itu, umat Islam dituntut menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu kaidah penting yang disampaikan adalah anjuran untuk membiasakan berbicara dengan baik. Menurut Ustadz Agus, lisan memiliki peran besar dalam menentukan kualitas keimanan seseorang. Ucapan yang baik dapat menghadirkan kebaikan, sementara ucapan yang buruk berpotensi menimbulkan permusuhan dan penyesalan.

Selain itu, ia mengingatkan jamaah agar tidak menilai sesuatu semata-mata berdasarkan rasa suka atau benci. Ia menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an disebutkan, sesuatu yang dibenci manusia bisa jadi membawa kebaikan, dan sebaliknya, sesuatu yang disukai belum tentu membawa manfaat. Pesan tersebut mengajarkan pentingnya sikap bijak, sabar, dan tawakal dalam menerima ketetapan Allah SWT.

“Kita sering mengeluh atas keadaan yang tidak kita sukai, padahal bisa jadi di situlah Allah SWT menyimpan kebaikan untuk kita,” ujarnya.

Ustadz Agus Efendi juga menekankan larangan melupakan kebaikan orang lain. Menurutnya, menghargai jasa dan kebaikan sesama merupakan bagian dari akhlak mulia yang diajarkan dalam Al-Qur’an. Sikap melupakan kebaikan dapat merusak hubungan sosial dan mengikis rasa syukur dalam diri manusia.

Dalam kajian tersebut, ia turut menyoroti pentingnya kejujuran serta bahaya berbohong. Dengan mengutip makna firman Allah SWT dalam Surah Thaha, Ustadz Agus menyampaikan bahwa orang-orang yang berdusta termasuk golongan yang merugi.

Ia menjelaskan bahwa kebohongan memiliki beberapa tingkatan, yakni berdusta atas nama Allah SWT, berdusta atas nama Rasulullah SAW, dan berdusta kepada sesama manusia. Ketiga bentuk kebohongan tersebut dinilai sama-sama berbahaya dan dapat berdampak buruk bagi kehidupan pribadi maupun bermasyarakat.

Kajian yang digelar oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bolang ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman keislaman jamaah serta mendorong penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Komentar