Temanggung, 1 Agustus 2025 — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kertosari, Temanggung, kembali menggelar kajian rutin bulanan pada Jumat malam (1/8), bertempat di Masjid Al Aitam. Kegiatan ini berlangsung selepas salat Maghrib hingga waktu Isya dan diikuti oleh segenap jajaran PRM, santri MCC Putra, serta warga sekitar.
Kajian menghadirkan Ustaz Syaefudin Djaesan sebagai pemateri utama dengan mengangkat tema “Hak-Hak Kedua Orang Tua.” Dalam ceramahnya, Ustaz Syaefudin menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai salah satu kunci utama keberhasilan hidup, di samping ketaatan kepada guru.
“Kesuksesan seseorang tidak akan terlepas dari ketaatan kepada guru dan orang tua. Keduanya adalah jalan utama menuju keberkahan hidup,” tegasnya di hadapan para jamaah.
Peringatan terhadap Durhaka dan Syirik
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa orang tua memiliki peran sentral dalam kehidupan seorang anak, karena dari merekalah lahir generasi penerus umat manusia. Ustaz Syaefudin menyoroti pentingnya menjaga nasab, dan memperingatkan agar tidak menyematkan nama ‘bin’ atau ‘binti’ kepada keturunan yang bukan anak kandung, karena di akhirat nanti seseorang akan dipanggil dengan nasabnya yang sebenarnya.
Ia juga mengingatkan tentang tiga dosa besar yang sangat dikecam dalam Islam, yaitu: syirik (menyekutukan Allah), durhaka kepada orang tua, dan memberikan kesaksian palsu.
“Ibu mengandung dalam keadaan penuh kesusahan. Jangan sampai kita melupakan pengorbanan itu. Ridha Allah ada pada ridha orang tua,” ujar beliau dengan penuh penekanan.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan doa bersama. Suasana hangat dan khidmat terasa selama acara berlangsung, mencerminkan semangat warga Muhammadiyah Kertosari dalam menuntut ilmu dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.













