Artikel

Rahasia Muhammadiyah Eksis 113 Tahun, Ormas Islam terkaya di Dunia

707
×

Rahasia Muhammadiyah Eksis 113 Tahun, Ormas Islam terkaya di Dunia

Sebarkan artikel ini

Rahasia Muhammadiyah Eksis 113 Tahun, Ormas Islam terkaya di Dunia

Kuliah Shubuh Ahad pagi pimpinan cabang Muhammadiyah digelar, Ahad Kliwon 9 November 2025. Bertempat di Gedung SMP Muhammadiyah 3 Ngadirejo kampus 1, jalan raya 107 Ngadirejo Temanggung. Untuk kali ini yang menjadi Muballigh adalah Ustadz Rofi’i, S.Pd dimana beliau adalah sekretaris PCM Ngadirejo dan anggota Majelis Tabligh PDM Temanggung.
Dalam pemaparan isi pengajian tersebut, disampaikan tentang Rahasia Muhammadiyah bisa berusia hingga 113 tahun. Seperti kita tahu, bahwa Persyarikatan Muhammadiyah, 18 November 2025 yang akan datang memperingati Milad ke-113.

Banyak faktor yang membuat Muhammadiyah tetap eksis hingga usia 113 tahun, bahkan Muhammadiyah dinobatkan oleh sebuah lembaga Seasia Stats, sebagai satu satunya Ormas Islam terkaya di dunia, dengan aset lebih dari 460 triliun. Beliau menyinggung tentang 9 Naga Penguasa Ekonomi Indonesia, harusnya ada 10 Naga. 1 naga tersebut adalah Muhammadiyah, yang kekayaannya dibawah Orang terkaya di Indonesia. Yaitu Nomer 1 Prajogo Pangestu dengan kekayaan 676,43 triliun.
Nomer 2 Low Tuck Kwong: 387,43 triliun.
Sebagaimana data 10 orang terkaya di Indonesia menurut Forbes pada Oktober 2025.
Sedangkan Muhammadiyah memiliki kekayaan lebih dari 460 triliun.

Beberapa hal yang menjadikan Muhammadiyah eksis seabad lebih , dan ormas Islam terkaya diantaranya antara lain :

Pertama : Jiwa ikhlas para jamaah dan pimpinannya dalam ber-Muhammadiyah, mereka tidak mencari kenikmatan dengan bergelimang materi dunia, akan tetapi hanya satu niat, yaitu mengabdikan tenaga, pikiran, sebagian harta benda di jalan Allah, melalui Persyarikatan Muhammadiyah sebagai alat dakwah dan perjuangannya.

Kedua : Menjadikan Muhammadiyah sebagai ladang amal ibadah. Semangat ini menjadikan hampir semua langkah dan upaya jamaah Muhammadiyah Menjadi ringan dalam berdakwah dalam posisi sebagai apapun, untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar benarnya.

Ketiga : Jiwa kebersamaan bertaawun dan tolong-menolong dalam kebajikan. Inti perjuangan Muhammadiyah sejak berdirinya hingga saat ini salah satunya “Jiwa Taawun” yang sangat kental dan menjadi genetika Muhammadiyah. Selain gerakan dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Dinukilkan Surat At Taubah ayat 7 , dimana di ayat tersebut Allah menjelaskan tentang orang orang yang akan mendapatkan Rahmat Allah.

“Orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) makruf dan mencegah (berbuat) mungkar, menegakkan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana” (At Taubah 71)

Dan di Muhammadiyah, semua hal tersebut telah diamalkan. Maka tidak heran jika Muhammadiyah berumur lebih dari satu abad, semua karena Rahmat Allah.

Keempat : Jiwa ukhuwah yang dimiliki Jama’ah Muhammadiyah dan para pimpinannya. Salah satu ciri khas jamaah Muhammadiyah adalah memiliki jiwa ukhuwah yang kuat, baik Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air), dan Ukhuwah Basyariyah atau Insaniyah (persaudaraan sesama manusia). Disampaikan juga tentang 10 Kepribadian Muhammadiyah, yang salah satunya mengamalkan Ukhuwah Islamiah.

Kelima : Mengharap ridha Allah semata dalam melaksanakan perintah-Nya. Inilah yang menjadi salah satu inti utama, mengapa jamaah Muhammadiyah beserta pimpinan dalam menjalankan roda organisasi. Ridlo Allah menjadi faktor utama penggeraknya.
Disinggung kalimat Ibnu Taimiyah rahimahullah yang berkata,
وما لا يكون له لا ينفع ولا يدوم
“Segala sesuatu yang tidak didasari ikhlas karena Allah, pasti tidak bermanfaat dan tidak akan kekal.” (Dar-ut Ta’arudh Al ‘Aql wan Naql, 2: 188).
Disampaikan pula, hal unik di Muhammadiyah, bahwa para pimpinan Muhammadiyah dari pusat hingga ranting, dari majelis hingga lembaga, mereka semua tidak ada yang menerima gaji bulanan, dan sudah cukup dengan dirinya sendiri, sehingga tidak digaji pun tetap profesional dalam menjalankan roda organisasi. Adapun karyawan Amal Usaha Muhammadiyah di semua bidang mereka mendapatkan gaji, tiada lain karena profesionalisme mereka, akan tetapi mereka juga harus ikut nyengkuyung perjuangan dakwah Muhammadiyah, jangan hanya mencari hidup di Muhammadiyah sampai lupa menghidupkan Muhammadiyah.

Di ujung kuliah Shubuh Ahad Pagi tersebut, disampaikan sebuah nasihat berharga tentang Ber-Muhammadiyah.

“Ber-Muhammadiyah itu harus siap berkorban apa-apa, bersiap tidak dianggap siapa-siapa, harus bersiap tidak mendapatkan apa-apa. Karena di Muhammadiyah yang ada hanya “Ruhul Jihad , dan Ruhul Ikhlas”. Ruh berjihad dalam bingkai keikhlasan

 

Komentar