**Mana yang Benar?
1 Ramadan 1447 H: 18 atau 19 Februari 2026?**
(Mempelajari Alasan Direvisinya Awal Ramadan 1447 H dari 19 Februari Menjadi 18 Februari 2026 oleh PP Muhammadiyah)
Disusun oleh:
Rofi’i, S.Pd
Penghisab Jadwal Imsakiyah (Shalat) MTT PDM Temanggung
Trainer Hisab MTT PDM Temanggung
Peserta Seminar Nasional KHGT PP Muhammadiyah
Pendahuluan
Ramainya informasi di berbagai media sosial seperti Facebook, Instagram, Threads, dan X dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan perbincangan hangat di tengah masyarakat, khususnya warga dan simpatisan Muhammadiyah. Informasi tersebut berkaitan dengan Maklumat PP Muhammadiyah yang menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M.
Sebagaimana terjadi setiap tahun, penetapan awal bulan Hijriah—baik Ramadan, Syawal, maupun Dzulhijjah—selalu memunculkan respons pro dan kontra. Sebagian pihak menyambut baik maklumat tersebut, sementara sebagian lainnya mempertanyakan dan membandingkannya dengan ketetapan pemerintah melalui sidang isbat.
Pro dan Kontra Penetapan Awal Ramadan
Kelompok yang mendukung penetapan PP Muhammadiyah mengemukakan sejumlah alasan, antara lain:
Adanya kepastian awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah tanpa menunggu lama
Lebih praktis dan efisien
Menghemat anggaran negara, mengingat setiap pelaksanaan sidang isbat menurut pemberitaan membutuhkan biaya yang tidak sedikit
Di sisi lain, terdapat pula pihak yang kurang sepakat, dengan argumentasi bahwa penentuan awal bulan Hijriah seharusnya mengikuti sidang isbat pemerintah.
Munculnya Pertanyaan di Kalangan Warga Muhammadiyah
Perbincangan ini semakin menguat ketika banyak warga dan simpatisan Muhammadiyah mempertanyakan perbedaan antara maklumat terbaru PP Muhammadiyah dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 1447 H yang sebelumnya diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah.
Dalam kalender tersebut, 1 Ramadan 1447 H tercantum jatuh pada hari Kamis Pahing, 19 Februari 2026 M. Bahkan, jadwal imsakiyah 1447 H yang disusun berdasarkan KHGT dan telah beredar luas juga mencantumkan tanggal yang sama.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah:
Mengapa maklumat terbaru PP Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Rabu Legi, 18 Februari 2026 M, berbeda dengan kalender yang telah beredar sebelumnya?
Latar Belakang Terbitnya Perbedaan Tanggal
Perlu diketahui bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah dicetak dan disebarluaskan sekitar tiga bulan sebelum terbitnya Maklumat PP Muhammadiyah, yakni sebelum 22 September 2025 (30 Rabiul Awal 1447 H). Kalender tersebut telah terdistribusi luas kepada warga Muhammadiyah dan masyarakat umum di seluruh Indonesia.
Dengan kondisi tersebut, revisi cetakan kalender secara fisik tidak dimungkinkan. Oleh karena itu, langkah yang dapat dilakukan adalah penyampaian maklumat resmi oleh PP Muhammadiyah agar menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah dan umat Islam secara umum. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua pihak mengetahui adanya maklumat tersebut, sehingga memunculkan kebingungan.
Penjelasan Perbedaan Penetapan
Maklumat PP Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M, sementara kalender cetak versi awal mencantumkan Kamis Pahing, 19 Februari 2026 M.
Perbedaan ini bukanlah kekeliruan, melainkan hasil koreksi ilmiah yang dilakukan demi menjaga:
Akurasi astronomis
Integritas keilmuan
Konsistensi metodologi penetapan waktu ibadah
Parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)
Penetapan awal bulan Hijriah mengacu pada Keputusan Tanfidz PP Muhammadiyah Nomor 86/KEP/1.0/B/2025 serta hasil Muktamar Turki 2016 tentang penyatuan kalender Hijriah, dengan dua parameter utama:
1. Parameter Kalender Global 1 (PKG 1)
Awal bulan ditetapkan apabila sebelum pukul 24.00 UTC di wilayah mana pun di dunia terpenuhi:
Ketinggian Bulan ≥ 5° saat matahari terbenam
Elongasi Bulan ≥ 8°
2. Parameter Kalender Global 2 (PKG 2)
Jika syarat PKG 1 terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC, maka awal bulan tetap dimulai dengan ketentuan:
Ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand
Parameter ketinggian dan elongasi terpenuhi di wilayah daratan Benua Amerika
Data Astronomis Ramadan 1447 H
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa:
PKG 1 tidak terpenuhi, karena tidak ada wilayah yang memenuhi kriteria sebelum pukul 24.00 UTC
PKG 2 terpenuhi, karena:
Ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand (16:06:13 UTC)
Parameter terpenuhi di wilayah daratan Benua Amerika, termasuk wilayah barat laut Alaska
Data astronomi di koordinat 56° 48′ 49″ LU | 158° 51′ 44″ BB menunjukkan:
Matahari terbenam: 18 Februari 2026 pukul 03:43 UTC
Ketinggian Bulan: 5° 23′ 01″
Elongasi: 8° 00′ 06″
Verifikasi melalui perangkat lunak HisabMu Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menunjukkan wilayah tersebut memenuhi kriteria awal bulan secara global.
Perbedaan Pandangan dengan Diyanet Turki
Wilayah tersebut memang menjadi bahan perdebatan. Diyanet Turki menyatakan bahwa wilayah Kepulauan Aleutian dan Fox tidak diperhitungkan karena:
Dipandang terpisah dari daratan Amerika
Kepadatan penduduk yang sangat rendah
Namun, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah berpendapat bahwa wilayah tersebut:
Secara administratif bagian dari Amerika Serikat
Secara geografis masih bagian dari daratan utama Benua Amerika
Selain itu, kepadatan penduduk tidak termasuk parameter resmi KHGT sebagaimana disepakati dalam Konferensi Turki 2016.
Keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah
Berdasarkan rapat internal pada Senin, 26 Muharam 1447 H / 21 Juli 2026 M, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah memutuskan tidak menerima syarat tambahan “kepadatan penduduk” sebagai dasar penundaan awal Ramadan.
Sebagai upaya klarifikasi, Majelis Tarjih juga berkomunikasi dengan Fiqh Council of North America (FCNA), yang dalam situs resminya menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026 M, selaras dengan Muhammadiyah.
Penutup
Dengan demikian, perbedaan penetapan ini memiliki dasar ilmiah yang kuat dan melalui proses kajian mendalam. Sebagai warga dan simpatisan Muhammadiyah, sikap yang ditempuh adalah sami‘nā wa aṭa‘nā terhadap keputusan PP Muhammadiyah.
Semoga Allah Swt. senantiasa membimbing ikhtiar kita dalam membangun kehidupan keagamaan yang teratur, berbasis pijakan syar‘i dan ilmiah, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah. Semoga Kalender Hijriah Global Tunggal menjadi media persatuan menuju peradaban Islam yang berkemajuan.
Wallāhu a‘lamu biṣ-ṣawāb.
Sumber Referensi
Buku Pedoman Seminar Nasional Sosialisasi KHGT, PP Muhammadiyah
Buku Saku Memahami Kalender Hijriah Global, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah
Maklumat No. 01/MLM/1.1/B/2025 tentang Penyesuaian Penetapan 1 Ramadan 1447 H












