RS PKU Muhammadiyah Temanggung Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis, Sekaligus Perkenalkan Layanan Cathlab
TEMANGGUNG — RS PKU Muhammadiyah Temanggung bekerja sama dengan Yayasan Permata Sari Semarang Indonesia menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing gratis pada Kamis–Jumat, 14–16 Mei 2026. Kegiatan kemanusiaan tersebut menjadi bentuk nyata pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus momentum pengenalan layanan cathlab yang segera diluncurkan RS PKU Muhammadiyah Temanggung.
Bakti sosial ini diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari Kabupaten Temanggung dan sejumlah daerah sekitar seperti Wonosobo, Kendal, Jepara, hingga wilayah lain di Jawa Tengah. Dari total peserta yang mengikuti proses screening dan pemeriksaan medis, sebanyak 13 anak berhasil menjalani operasi bibir sumbing.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan luas dari berbagai unsur pemerintah, tenaga kesehatan, dan organisasi masyarakat. Tampak hadir perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kepolisian, Komando Rayon Militer Parakan, kecamatan Parakan, Kedu, dan Bulu, serta sejumlah desa binaan seperti Tegalurung, Gandurejo, Danurejo, Bansari, dan Campursari.
Selain itu, hadir pula perwakilan DPC Ferari, jajaran Puskesmas se-Kabupaten Temanggung, para tenaga medis, serta sejumlah dokter spesialis bedah sumbing dari RSMT Jakarta yang turut membantu jalannya operasi dan pemeriksaan pasien.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Temanggung, dr. Achirudin Timora, Sp.N., MMR mengatakan kegiatan operasi bibir sumbing merupakan salah satu bentuk kepedulian rumah sakit terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami keterbatasan fisik akibat kondisi sumbing.
Menurutnya, kondisi bibir sumbing tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, namun juga memengaruhi perkembangan mental dan rasa percaya diri anak.
“Ini menjadi salah satu bentuk apresiasi dan kepedulian RS PKU Muhammadiyah kepada masyarakat. Harapan kami anak-anak bisa tumbuh lebih baik, baik dari sisi fisik maupun mental. Bahkan dalam membaca lafadz Al-Qur’an nantinya bisa lebih jelas,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Achirudin juga memperkenalkan layanan cathlab atau catheterization laboratory yang akan segera diluncurkan RS PKU Muhammadiyah Temanggung sebagai pengembangan pelayanan kesehatan modern di wilayah Temanggung dan sekitarnya.
Ia menjelaskan, kehadiran layanan cathlab nantinya diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien penyakit jantung dan pembuluh darah tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Sementara itu, Ketua Yayasan Permata Sari Semarang Indonesia, Endang Sri Sarastri menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kurang mampu.
“Kami memberikan bantuan operasi bibir sumbing secara gratis kepada masyarakat Temanggung dan sekitarnya. Tujuan kami adalah mendekatkan pelayanan kesehatan agar masyarakat bisa mendapatkan akses pengobatan yang layak,” katanya.
Ia menjelaskan, kasus bibir sumbing umumnya terjadi akibat gangguan pertumbuhan janin, salah satunya dipengaruhi kekurangan gizi pada masa tiga bulan pertama kehamilan.
Menurutnya, anak-anak dengan kondisi bibir sumbing kerap menghadapi tantangan sosial, mulai dari kurang percaya diri hingga enggan berinteraksi dan bersekolah.
“Banyak anak yang akhirnya tidak mau bersosialisasi karena merasa minder. Dengan operasi ini kami berharap mereka bisa tumbuh lebih baik, lebih percaya diri, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Tidak hanya anak-anak, Endang menyebut operasi bibir sumbing juga dapat dilakukan pada pasien usia dewasa bahkan lanjut usia.
“Usia 60 tahun pun masih bisa menjalani operasi selama kondisi kesehatannya memungkinkan,” tambahnya.
Ketua PDM Muhammadiyah Temanggung, Drs. H. Makmun Pitoyo, M.Pd turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menyebut kerja sama antara RS PKU Muhammadiyah Temanggung dan Yayasan Permata Sari merupakan manifestasi nyata dakwah Muhammadiyah yang tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga sosial dan kemanusiaan.
“Muhammadiyah hadir sebagai organisasi dakwah yang memiliki makna teologi mendalam dalam memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat luas tanpa memandang latar belakang,” ungkapnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, tenaga medis, yayasan, dan seluruh keluarga besar RS PKU Muhammadiyah Temanggung atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut.
Dukungan serupa disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung, Tri Winarno. Menurutnya, kegiatan operasi bibir sumbing menjadi bentuk nyata pendekatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Setelah operasi ini kami berharap senyum anak-anak bisa kembali tumbuh. Sinergi seperti ini semoga terus berjalan dan dilanjutkan ke depan karena sangat membantu masyarakat,” katanya.
Ia menilai kehadiran kegiatan sosial kesehatan seperti ini sangat penting, terutama bagi masyarakat di wilayah sekitar Temanggung yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan spesialis.
Melalui kegiatan bakti sosial tersebut, RS PKU Muhammadiyah Temanggung bersama Yayasan Permata Sari berharap dapat terus menghadirkan layanan kesehatan yang humanis, terjangkau, dan memberi dampak langsung bagi masyarakat luas.












