Berita

Semarak Milad ke-109 ‘Aisyiyah, PRA Bolang Perkuat Dakwah Kemanusiaan dan Semangat Berkurban

53
×

Semarak Milad ke-109 ‘Aisyiyah, PRA Bolang Perkuat Dakwah Kemanusiaan dan Semangat Berkurban

Sebarkan artikel ini

Semarak Milad ke-109 ‘Aisyiyah, PRA Bolang Perkuat Dakwah Kemanusiaan dan Semangat Berkurban

Temanggung — Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Bolang menggelar Kajian Ahad Pahing dalam rangka Milad ke-109 ‘Aisyiyah di Gedung Pertemuan ABA Bolang, Ahad (10/5/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB tersebut dihadiri masyarakat Dusun Bolang Setepeng dan sekitarnya.

Kajian menghadirkan Ustadz H. Djundardo sebagai pemateri dengan tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian dan Semangat Berqurban.” Tema tersebut sejalan dengan semangat Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang menekankan pentingnya dakwah kemanusiaan di tengah kehidupan masyarakat.

Dalam pemaparannya, H. Djundardo menjelaskan sejarah berdirinya ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah yang didirikan oleh Siti Walidah atau Nyai Ahmad Dahlan pada 1917. Menurutnya, sejak awal berdiri, ‘Aisyiyah memiliki peran besar dalam bidang pendidikan, dakwah, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan perempuan.

“‘Aisyiyah hadir bukan hanya untuk kaum perempuan, tetapi juga untuk kemajuan umat dan bangsa melalui dakwah yang mencerahkan,” ujarnya di hadapan peserta kajian.

Ia juga memaparkan visi ‘Aisyiyah periode 2022–2027, yakni “Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Peradaban Utama.” Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pelayanan sosial.

Dalam kesempatan itu, H. Djundardo mencontohkan sejumlah amal usaha ‘Aisyiyah yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti Kelompok Bermain dan TK ABA, layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan keluarga. Menurutnya, seluruh kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dakwah kemanusiaan yang dijalankan ‘Aisyiyah.

Selain membahas sejarah organisasi, kajian juga mengulas makna dakwah kemanusiaan sebagai upaya menghadirkan nilai-nilai Islam yang membawa kedamaian, kepedulian sosial, dan persatuan di tengah masyarakat.

“Dakwah kemanusiaan mengajarkan kita untuk peduli terhadap sesama tanpa membedakan latar belakang,” tutur H. Djundardo.

Menjelang datangnya bulan Dzulhijjah, ia juga mengajak masyarakat memperbanyak amalan saleh, terutama bagi umat Islam yang belum menunaikan ibadah haji. Beberapa amalan yang dianjurkan di antaranya berkurban, puasa Tarwiyah, puasa Arafah, memperbanyak takbir, dzikir, dan ibadah sunnah lainnya.

Menurutnya, ibadah kurban memiliki keutamaan besar sebagai bentuk ketakwaan sekaligus kepedulian sosial kepada sesama.

“Berkurban merupakan amalan yang sangat dicintai Allah pada Hari Raya Iduladha dan menjadi sarana berbagi kepada masyarakat,” jelasnya.

Peserta kajian tampak antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Selain menambah wawasan keislaman, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat ukhuwah dan membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Melalui Kajian Ahad Pahing ini, PRA Bolang berharap semangat Milad ke-109 ‘Aisyiyah dapat menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan dan keluarga dalam mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan peduli terhadap sesama.

Komentar