Berita

Seminar Pendidikan ISMUBA Diikuti 284 Peserta, Perkuat Manhaj Tarjih sebagai Fondasi Pendidikan Muhammadiyah

2
×

Seminar Pendidikan ISMUBA Diikuti 284 Peserta, Perkuat Manhaj Tarjih sebagai Fondasi Pendidikan Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini

Seminar Pendidikan ISMUBA Diikuti 284 Peserta, Perkuat Manhaj Tarjih sebagai Fondasi Pendidikan Muhammadiyah

Temanggung – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Temanggung melalui Majelis Tabligh dan Ketarjihan sukses menyelenggarakan Seminar Pendidikan bertema “Manhaj Tarjih dalam Konteks Pendidikan ISMUBA” pada Sabtu, 4 Juli 2026. Seminar yang menghadirkan Ust. Nur Fajri Romadhon, Lc., M.A., Asisten Divisi Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah sekaligus Anggota Komisi Metodologi Fatwa MUI Pusat (2025–2030), mendapat sambutan luar biasa dari warga Muhammadiyah di Kabupaten Temanggung.

Sebanyak 284 peserta memenuhi ruang seminar yang terdiri atas unsur Majelis Tarjih dan Tajdid, Majelis Tabligh, Majelis Dikdasmen dan PNF, kepala sekolah, guru, serta tenaga pendidik dari seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan, mulai dari sekolah dan madrasah tingkat dasar hingga SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Temanggung. Kehadiran peserta dari berbagai unsur tersebut menunjukkan besarnya komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui pemahaman ideologi dan metodologi tarjih yang benar.

Seminar ini menjadi ruang penguatan wawasan bagi para pendidik agar mampu memahami dan mengimplementasikan Manhaj Tarjih sebagai landasan berpikir dalam penyelenggaraan pendidikan Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA). Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tantangan kehidupan modern, pendidikan Muhammadiyah dituntut tidak hanya mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islam yang kuat, berpikir kritis, moderat, serta berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan manhaj Muhammadiyah.

Dalam paparannya, Ust. Nur Fajri Romadhon, Lc., M.A. menjelaskan bahwa Manhaj Tarjih bukan sekadar metode dalam menetapkan hukum Islam, melainkan cara berpikir yang sistematis, ilmiah, dan berlandaskan dalil dalam menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan, termasuk di dunia pendidikan. Menurutnya, pemahaman terhadap Manhaj Tarjih menjadi sangat penting bagi guru dan tenaga kependidikan Muhammadiyah agar proses pembelajaran ISMUBA tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi mampu menumbuhkan budaya berpikir kritis, objektif, dan bertanggung jawab.

Beliau menekankan bahwa pendidikan Muhammadiyah harus mampu menghadirkan pembelajaran yang mencerahkan. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai teladan yang mampu membimbing peserta didik memahami ajaran Islam secara komprehensif, moderat, dan relevan dengan tantangan zaman. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mengetahui ajaran agama, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan penuh kesadaran.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa mata pelajaran ISMUBA memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk identitas peserta didik Muhammadiyah. Oleh sebab itu, proses pembelajaran harus dirancang secara kontekstual sehingga nilai-nilai Islam dapat dipahami secara rasional sekaligus diamalkan dalam kehidupan sosial. Manhaj Tarjih menjadi instrumen penting dalam menjaga kemurnian ajaran Islam sekaligus mendorong lahirnya sikap terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan tanpa kehilangan prinsip-prinsip dasar syariat.

Dalam sesi diskusi, peserta tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi Manhaj Tarjih dalam pembelajaran di kelas, penyusunan kurikulum ISMUBA, hingga tantangan guru dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital. Beragam pengalaman dari sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Kabupaten Temanggung turut memperkaya jalannya seminar sehingga menjadi forum berbagi praktik baik antarsatuan pendidikan.

Seminar ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antarmajelis di lingkungan Muhammadiyah. Kehadiran unsur Majelis Tarjih dan Tajdid, Majelis Tabligh, Majelis Dikdasmen dan PNF, serta seluruh AUM Pendidikan mencerminkan semangat kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan program-program pembinaan yang berkelanjutan sehingga kualitas pembelajaran ISMUBA terus meningkat.

Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah Kabupaten Temanggung menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan sebagai ujung tombak pembentukan karakter generasi muda. Penguatan pemahaman terhadap Manhaj Tarjih diharapkan mampu melahirkan pendidik yang tidak hanya profesional dalam mengajar, tetapi juga memiliki wawasan keislaman yang kokoh serta mampu menjadi inspirasi bagi peserta didik.

Dengan jumlah peserta yang mencapai 284 orang, seminar ini menjadi salah satu kegiatan penguatan pendidikan ISMUBA terbesar yang diselenggarakan Muhammadiyah Kabupaten Temanggung pada tahun 2026. Besarnya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa penguatan ideologi, metodologi, dan kualitas pendidikan tetap menjadi perhatian utama Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern.

Melalui seminar bertema “Manhaj Tarjih dalam Konteks Pendidikan ISMUBA”, diharapkan lahir kesamaan persepsi di kalangan pendidik Muhammadiyah mengenai pentingnya menjadikan Manhaj Tarjih sebagai fondasi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, sekolah dan madrasah Muhammadiyah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pusat pembentukan karakter, penguatan akidah, dan pengembangan peradaban Islam yang berkemajuan sesuai cita-cita Persyarikatan Muhammadiyah.

Komentar