SMA Muhammadiyah 1 Temanggung Gelar FORTASI dan MPLS 2026, Tanamkan Karakter Islami hingga Berbagi untuk Sesama
Temanggung – Komitmen mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berjiwa kepemimpinan kembali ditegaskan SMA Muhammadiyah 1 Temanggung melalui penyelenggaraan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) serta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, mulai Senin hingga Sabtu, 13–18 Juli 2026, tersebut diikuti oleh 349 peserta didik baru dengan mengusung tema “The Home of Future Leaders.”
Menggabungkan konsep perkaderan Muhammadiyah dengan kurikulum MPLS dari Kementerian Pendidikan, kegiatan ini menjadi salah satu program orientasi siswa yang tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, spiritualitas, serta kepedulian sosial peserta didik sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di bangku SMA.
Selama sepekan pelaksanaan, suasana sekolah dipenuhi semangat, antusiasme, dan interaksi yang hangat antara peserta didik baru, guru, orang tua, serta pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang bersama-sama menjadi panitia kegiatan. Kolaborasi tersebut menghadirkan proses pengenalan sekolah yang edukatif, menyenangkan, sekaligus sarat dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Mengawali Perjalanan Menjadi Generasi Pemimpin Masa Depan
Tema “The Home of Future Leaders” dipilih sebagai representasi visi SMA Muhammadiyah 1 Temanggung dalam membangun lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang unggul secara intelektual, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
FORTASI dan MPLS tidak dipandang sekadar sebagai kegiatan orientasi tahunan, melainkan menjadi pintu masuk proses pembinaan karakter bagi seluruh peserta didik baru.
Melalui berbagai materi, praktik lapangan, dan aktivitas kolaboratif, para siswa diajak memahami budaya sekolah, mengenal lingkungan belajar, sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan yang akan menjadi bekal mereka selama menempuh pendidikan.
Sebanyak 349 murid baru mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Mereka berasal dari berbagai latar belakang sekolah dan mulai membangun kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar SMA Muhammadiyah 1 Temanggung.
Kolaborasi Guru dan IPM Wujudkan FORTASI yang Edukatif
Salah satu keunggulan pelaksanaan FORTASI dan MPLS tahun ini adalah kolaborasi erat antara guru dan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) sebagai panitia pelaksana.
Para guru bertanggung jawab menyampaikan materi akademik, pembinaan karakter, serta pengenalan budaya sekolah, sementara pengurus IPM mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.
Sinergi tersebut menciptakan suasana orientasi yang lebih komunikatif dan akrab. Kehadiran kakak-kakak IPM membantu peserta didik baru lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal organisasi pelajar, sekaligus memahami budaya belajar di sekolah Muhammadiyah.
Kolaborasi ini juga menjadi implementasi nyata proses kaderisasi Muhammadiyah yang melibatkan peserta didik sebagai pelaku utama dalam membangun budaya organisasi di lingkungan sekolah.
Memadukan FORTASI Muhammadiyah dengan Kurikulum MPLS Nasional
Berbeda dengan kegiatan orientasi pada umumnya, SMA Muhammadiyah 1 Temanggung menghadirkan konsep yang memadukan materi perkaderan Muhammadiyah dengan materi MPLS sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan.
Pada sesi FORTASI, peserta memperoleh pembekalan mengenai nilai-nilai Kemuhammadiyahan, Ke-IPM-an, motivasi menjadi pelajar Muslim yang berkemajuan, hingga pembentukan karakter kader Muhammadiyah.
Materi tersebut bertujuan menanamkan semangat dakwah, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat sejak dini.
Sementara itu, materi MPLS mengangkat berbagai isu penting dalam dunia pendidikan, termasuk implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penguatan karakter pelajar, budaya disiplin, tata tertib sekolah, hingga pengenalan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Perpaduan kedua konsep tersebut menjadikan kegiatan orientasi tidak hanya berorientasi pada pengenalan sekolah, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik secara menyeluruh.
Menghadirkan Narasumber dari Berbagai Latar Belakang
Untuk memperkaya wawasan peserta didik baru, SMA Muhammadiyah 1 Temanggung menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai institusi.
Materi pertama disampaikan oleh Kepala SMA Muhammadiyah 1 Temanggung, Eni Nur Rofi’ah, S.Pd., M.M., yang memberikan motivasi kepada peserta didik baru agar bangga menjadi bagian dari sekolah Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, ia berpesan agar seluruh murid siap mengikuti seluruh tata tertib sekolah sebagai bekal menjadi pribadi yang unggul.
“Murid baru harus bangga bersekolah di sekolah Kemuhammadiyahan dan siap mengikuti peraturan di SMA Muhammadiyah 1 Temanggung agar dapat menjadi murid yang unggul, terampil, berakhlak mulia, dan peduli lingkungan,” pesannya.
Selain kepala sekolah, berbagai materi juga disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Kesiswaan, dan Sarana Prasarana, Eka Gunadi, M.Pd., Ustaz Makmun Pitoyo, Ustaz Suwondo, jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) Temanggung, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Temanggung, Badan Narkotika Nasional (BNN), Afif Kurniawan, hingga Inspektorat Kabupaten Temanggung.
Keberagaman narasumber tersebut memberikan perspektif yang luas kepada peserta didik mengenai kehidupan sekolah, kepemimpinan, kedisiplinan, bahaya penyalahgunaan narkoba, hingga pentingnya membangun integritas sejak usia pelajar.
Pendidikan Antikorupsi Sejak Bangku Sekolah
Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan MPLS tahun ini adalah sosialisasi pendidikan antikorupsi yang disampaikan oleh Inspektorat Kabupaten Temanggung.
Materi tersebut mengenalkan pentingnya membangun budaya jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan yang komunikatif, peserta diajak memahami bahwa perilaku antikorupsi dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti disiplin, tidak menyontek, menjaga amanah, hingga bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Pendidikan integritas sejak dini menjadi bagian dari upaya membentuk karakter peserta didik yang siap menjadi pemimpin masa depan dengan moralitas yang kuat.
Orang Tua Ikut Berperan dalam Pendidikan
Keunikan lain dari FORTASI dan MPLS tahun ini adalah keterlibatan orang tua murid sebagai bagian dari narasumber kegiatan.
Langkah tersebut menjadi bentuk nyata kemitraan antara sekolah dan keluarga dalam mendukung proses pendidikan peserta didik.
Melalui keterlibatan orang tua, siswa memperoleh berbagai pengalaman dan motivasi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat komunikasi antara sekolah dengan keluarga.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari orang tua.
Menumbuhkan Budaya Literasi Melalui Donasi Buku
Selain pembinaan karakter, SMA Muhammadiyah 1 Temanggung juga memanfaatkan momentum MPLS untuk menumbuhkan budaya literasi.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta didik diminta membawa buku nonteks untuk dihibahkan kepada perpustakaan sekolah.
Program tersebut bertujuan memperkaya koleksi bacaan sekaligus membangun kebiasaan berbagi ilmu di kalangan peserta didik.
Melalui gerakan sederhana tersebut, siswa diajak memahami bahwa membaca dan berbagi pengetahuan merupakan bagian penting dari budaya belajar sepanjang hayat.
Praktik Berbagi sebagai Implementasi ISMUBA
Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) dengan agenda demonstrasi ekstrakurikuler serta kegiatan sosial berupa pendistribusian paket sembako kepada masyarakat di Kabupaten Temanggung.
Program tersebut menjadi salah satu kegiatan yang paling berkesan karena melibatkan seluruh peserta didik baru secara langsung.
Selama pelaksanaan FORTASI dan MPLS, setiap siswa diminta membawa bahan sembako setiap hari yang kemudian dikumpulkan menjadi paket bantuan untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata pembelajaran ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) yang tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi dipraktikkan melalui aksi berbagi kepada sesama.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik belajar bahwa kepedulian sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari karakter seorang pelajar Muhammadiyah.
Selain menjadi sarana berbagi, kegiatan ini juga mengajarkan nilai gotong royong, empati, serta pentingnya hadir di tengah masyarakat sebagai generasi yang membawa manfaat.
Membentuk Pelajar Muhammadiyah yang Berkarakter
Melalui pelaksanaan FORTASI dan MPLS 2026, SMA Muhammadiyah 1 Temanggung berharap seluruh peserta didik baru mampu mengenal lingkungan sekolah dengan baik, beradaptasi secara cepat, serta tumbuh menjadi pelajar yang kreatif, mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.
Lebih dari itu, sekolah ingin membentuk kader Muhammadiyah yang memiliki akhlakul karimah, semangat kepemimpinan, serta kesiapan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi awal perjalanan para siswa dalam mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik melalui berbagai program sekolah dan ekstrakurikuler yang tersedia.
Dengan semangat “The Home of Future Leaders,” SMA Muhammadiyah 1 Temanggung kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, integritas, spiritualitas, dan kepedulian sosial peserta didik. Kolaborasi antara guru, IPM, orang tua, lembaga pemerintah, serta berbagai mitra pendidikan dalam FORTASI dan MPLS 2026 menjadi bukti bahwa pendidikan terbaik lahir dari sinergi seluruh elemen demi mencetak generasi Islam berkemajuan yang siap menjadi pemimpin masa depan.












