SMP Muhammadiyah 5 Kandangan Borong Juara Kejurkab Horsebow, Kini Bidik Tahta Liga Liga Fespati (Federasi seni Panahan Tradisional Indonesia) Jateng
KANDANGAN – Ahad, 18 Januari 2026, menjadi hari yang akan dicatat dengan tinta emas dalam sejarah olahraga panahan SMP Muhammadiyah 5 Kandangan. Di tengah terik matahari dan angin yang cukup kencang menguji konsentrasi, kontingen panahan sekolah ini tampil trengginas dan berhasil mendominasi podium dalam ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Horsebow. Kemenangan mutlak ini bukan sekadar pameran trofi, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa bibit-bibit muda dari Kandangan siap menjadi tumpuan prestasi di masa depan.
Suasana di arena pertandingan hari ini terasa sangat kompetitif. Puluhan pemanah muda dari berbagai sekolah dan klub se-kabupaten berkumpul untuk memperebutkan gelar bergengsi di divisi Horsebow—sebuah kategori panahan tradisional yang menuntut insting tajam, kekuatan fisik, dan ketenangan jiwa. Namun, di tengah persaingan ketat tersebut, atlet-atlet SMP Muhammadiyah 5 Kandangan tampil dengan ketenangan luar biasa.
Panen Medali: Bukti Dominasi Latihan
Keberhasilan memborong juara hari ini tidak datang secara instan. Sejak babak kualifikasi dimulai pagi tadi, para siswa SMP Muhammadiyah 5 Kandangan sudah menunjukkan kelasnya. Anak panah demi anak panah melesat dengan presisi tinggi, menembus bantalan target dan mengamankan poin-poin krusial. Sorak sorai pendukung sekolah pecah ketika satu per satu kategori diumumkan, dan nama SMP Muhammadiyah 5 Kandangan berulang kali dipanggil untuk naik ke podium tertinggi.
Dominasi ini mencakup berbagai kategori, mulai dari kategori individu putra dan putri, hingga kategori beregu. “Kemenangan hari ini adalah buah dari disiplin. Anak-anak berlatih tidak hanya teknik, tapi juga mental. Horsebow itu unik, tidak ada alat bantu bidik (visir), jadi ini murni feeling dan penyatuan jiwa dengan alat. Alhamdulillah, hari ini mereka membuktikan bahwa usaha keras tidak mengkhianati hasil,” ujar salah satu tim pelatih di sela-sela penyerahan medali.
Tumpuan Kesuksesan Masa Depan
Lebih dari sekadar euforia sesaat, manajemen sekolah dan tim pelatih melihat prestasi tanggal 18 Januari 2026 ini sebagai fondasi fundamental. Filosofi yang ditanamkan kepada para atlet pelajar ini adalah bahwa “Juara hari ini adalah tiket untuk kerja keras esok hari.”
Prestasi di Kejurkab ini dianggap sebagai milestone penting dalam pembinaan karakter siswa. Mentalitas juara yang terbentuk di lapangan panahan—fokus, sabar, dan pantang menyerah—diharapkan akan terbawa ke dalam kehidupan akademik dan sosial mereka. SMP Muhammadiyah 5 Kandangan tidak hanya mencetak atlet, tetapi mencetak pemimpin masa depan yang tangguh melalui wasilah olahraga sunah ini. Hari ini mereka menjadi juara kabupaten, namun visi mereka melampaui batas wilayah tersebut.

Menatap Liga Respati Jateng Chapter Kedu
Setelah sukses besar di tingkat kabupaten, tidak ada waktu untuk berleha-leha. Tatapan mata para “ksatria panahan” muda ini kini langsung tertuju pada target yang lebih besar dan bergengsi: Liga Fespati Jawa Tengah Chapter Kedu.
Liga Fespati dikenal sebagai salah satu barometer kekuatan panahan tradisional di Jawa Tengah. Persaingan di Chapter Kedu (yang meliputi wilayah Kedu Raya seperti Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, dan Kebumen) dipastikan akan jauh lebih sengit. Di sana, mereka akan berhadapan dengan atlet-atlet berpengalaman dan klub-klub besar yang memiliki jam terbang tinggi.
Namun, bekal sapu bersih di Kejurkab hari ini memberikan suntikan moral yang masif. Kepercayaan diri atlet sedang berada di puncaknya. “Kami senang bisa juara hari ini, tapi pelatih sudah mengingatkan bahwa Liga Fespati adalah ujian sesungguhnya. Kami harus segera reset fokus. Medali hari ini kami simpan, besok kami kembali memegang busur untuk latihan lebih keras lagi,” ungkap salah satu atlet andalan SMP Muhammadiyah 5 Kandangan dengan penuh semangat.
Strategi Menuju Level Berikutnya
Menghadapi Liga Respati Jateng Chapter Kedu, tim pelatih SMP Muhammadiyah 5 Kandangan dikabarkan telah menyiapkan program intensifikasi. Fokus latihan akan ditingkatkan pada aspek daya tahan (endurance) dan konsistensi tembakan di bawah tekanan (pressure training). Mengingat level kompetisi Liga Fespati yang tinggi, margin kesalahan akan semakin tipis. Satu poin yang meleset bisa menjadi penentu antara juara atau pulang dengan tangan hampa.
Pihak sekolah pun memberikan dukungan penuh. Kepala SMP Muhammadiyah 5 Kandangan menyatakan rasa bangganya yang mendalam. “Tanggal 1 Februari 2026 ini menjadi bukti bahwa sekolah kita mampu bersaing dan menjadi yang terbaik. Kami akan mendukung penuh kontingen ini menuju Liga Respati. Doa dan dukungan seluruh warga sekolah menyertai langkah mereka.”
Dengan semangat membara dan modal prestasi gemilang hari ini, SMP Muhammadiyah 5 Kandangan kini bukan lagi sekadar peserta pelengkap. Mereka datang sebagai kekuatan baru yang diperhitungkan. Busur telah ditarik, anak panah telah diarahkan, dan target selanjutnya di Liga Fespati Jateng Chapter Kedu telah dikunci. Jawa Tengah, bersiaplah menyambut ketangguhan para pemanah muda dari Kandangan!












