Berita

Tanamkan Jiwa Filantropi Sejak Dini, MI Muhammadiyah Baledu Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera

176
×

Tanamkan Jiwa Filantropi Sejak Dini, MI Muhammadiyah Baledu Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera

Sebarkan artikel ini
Tanamkan Jiwa Filantropi Sejak Dini, MI Muhammadiyah Baledu Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera

Tanamkan Jiwa Filantropi Sejak Dini, MI Muhammadiyah Baledu Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera

KANDANGAN, TEMANGGUNG – Bencana hidrometeorologi basah yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), telah mengetuk hati masyarakat Indonesia. Ribuan warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang merusak infrastruktur serta melumpuhkan aktivitas ekonomi. Di tengah duka yang menyelimuti saudara-saudara di Sumatera, rasa empati dan solidaritas tidak hanya muncul dari kalangan orang dewasa, tetapi juga tumbuh subur di hati para pelajar di lereng gunung.

Sebagai wujud kepedulian nyata dan implementasi nilai-nilai kemanusiaan, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Baledu, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan. Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari siswa, dewan guru, hingga staf kependidikan, yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk membantu meringankan beban para korban bencana.

Pendidikan Karakter Melalui Aksi Nyata

Kegiatan penggalangan dana ini bukan sekadar aktivitas seremonial belaka, melainkan bagian integral dari pendidikan karakter yang ditanamkan di MI Muhammadiyah Baledu. Sebelum penggalangan dana dilakukan, pihak sekolah memberikan edukasi kepada para siswa mengenai kondisi saudara-saudara mereka di Sumatera yang sedang diuji oleh musibah.

Kepala MI Muhammadiyah Baledu menyampaikan bahwa momen ini digunakan untuk mengajarkan konsep ta’awun (tolong-menolong) dan ukhuwah islamiyah secara langsung. “Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Ketika mereka melihat atau mendengar ada saudara yang kesusahan, refleks pertama mereka adalah ingin membantu. Inilah esensi dari pendidikan di madrasah kami,” ujarnya.

Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi saat kotak infak diedarkan dari kelas ke kelas. Dengan wajah polos namun penuh ketulusan, para siswa menyisihkan uang saku mereka. Meski nominal yang dimasukkan bervariasi, semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) terasa sangat kental di lingkungan madrasah.

Terkumpul Rp 700.000 dan Disalurkan Melalui Jalur Struktural

Dari aksi solidaritas tersebut, alhamdulillah terkumpul dana sebesar Rp 700.000 (Tujuh Ratus Ribu Rupiah). Jumlah ini mungkin terlihat sederhana jika dibandingkan dengan besarnya kerugian akibat bencana, namun nilai ketulusan dan keberkahan dari harta yang disisihkan oleh para penuntut ilmu ini diharapkan mampu menjadi “air sejuk” bagi para korban yang membutuhkan.

Sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), MI Muhammadiyah Baledu memegang teguh prinsip tertib administrasi dan organisasi. Oleh karena itu, penyaluran dana tidak dilakukan secara langsung atau sembarangan, melainkan mengikuti mekanisme instruksi organisasi yang berlaku di Persyarikatan Muhammadiyah.

Dana yang terkumpul tersebut langsung diserahkan dan dititipkan melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan. Dalam hal ini, PCM Kandangan bertindak sebagai koordinator tingkat kecamatan yang menghimpun donasi dari berbagai ranting dan amal usaha di wilayah Kandangan sebelum diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi.

Sinergi PCM Kandangan dan Lazismu Temanggung

Peran PCM Kandangan sangat krusial dalam memastikan masifnya gerakan filantropi di tingkat akar rumput. PCM Kandangan terus mendorong seluruh AUM, mulai dari sekolah hingga masjid, untuk bergerak satu komando dalam merespons isu-isu kemanusiaan.

Setelah dana dari MI Muhammadiyah Baledu dan donatur lainnya terhimpun di tingkat cabang, PCM Kandangan kemudian menyalurkannya ke Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Temanggung. Pola penyaluran “satu pintu” melalui Lazismu ini dipilih untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran distribusi bantuan.

Lazismu sebagai lembaga filantropi terpercaya memiliki jejaring nasional yang kuat. Dana yang masuk ke Lazismu Daerah (Kabupaten) akan dikonsolidasikan dan dikirimkan ke lokasi bencana melalui Lazismu Wilayah atau Pusat, yang kemudian berkoordinasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di lapangan. Dengan demikian, bantuan tidak hanya sekadar sampai, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan mendesak para penyintas di Aceh, Sumut, dan Sumbar, baik dalam bentuk logistik, layanan kesehatan, maupun hunian sementara.

Harapan dan Doa untuk Sumatera

Aksi yang dilakukan oleh MI Muhammadiyah Baledu ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk terus merawat kepedulian sosial. Pihak sekolah juga mengajak seluruh wali murid dan masyarakat luas untuk terus mendoakan keselamatan warga yang terdampak bencana.

“Nominal Rp 700.000 ini adalah titipan kasih sayang dari anak-anak kami di Baledu untuk saudara di Sumatera. Semoga Allah menggantinya dengan keberkahan yang berlipat ganda bagi para donatur, dan semoga bantuan ini dapat sedikit menghapus air mata kesedihan di wajah saudara-saudara kita di sana,” pungkas perwakilan sekolah saat menyerahkan bantuan tersebut ke pihak PCM.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, MI Muhammadiyah Baledu membuktikan bahwa jarak yang membentang antara Jawa Tengah dan Sumatera bukanlah penghalang untuk saling berbagi dan menguatkan. Sinergi antara sekolah, PCM Kandangan, dan Lazismu Temanggung menjadi bukti nyata bahwa persyarikatan terus hadir untuk umat dan bangsa, terutama di saat-saat sulit seperti ini.

Komentar