TEMANGGUNG – Dalam rangka menyambut Milad Muhammadiyah ke-113, Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Temanggung menggelar kegiatan Latihan Bersama yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (1–2 November 2025) di SD Muhammadiyah Parakan. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Pimpinan Pusat Tapak Suci (PPTS), yaitu Bapak Suliantoro, S.E., M.M., P.Ua, yang saat ini menjabat sebagai anggota Departemen Pembinaan Keilmuan PPTS.
Acara yang diikuti oleh puluhan pendekar dan kader Tapak Suci se-Kabupaten Temanggung ini berlangsung meriah dan penuh semangat. Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota, kegiatan tersebut juga menjadi wadah peningkatan kemampuan dan pemahaman keilmuan pencak silat Tapak Suci.
Ketua Pimpinan Daerah Tapak Suci Putera Muhammadiyah Temanggung, *Azis Munadi, P. Ka*, menyampaikan bahwa kegiatan latihan bersama ini merupakan bagian dari semangat milad Muhammadiyah yang ke-113 tahun. “Kami ingin menyambut milad Muhammadiyah dengan kegiatan yang memperkuat karakter dan kompetensi kader. Tapak Suci tidak hanya mengajarkan bela diri, tetapi juga membentuk kepribadian yang berakhlak mulia,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Menurut Azis, Tapak Suci sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah memiliki peran penting dalam membina generasi muda agar tangguh secara fisik, mental, dan spiritual. Oleh karena itu, ia menilai pelatihan semacam ini perlu rutin dilaksanakan agar semangat perjuangan Tapak Suci tetap terjaga.
Sementara itu, pemateri dari Pimpinan Pusat Tapak Suci, *Suliantoro*, dalam materinya menekankan pentingnya memahami nilai-nilai dasar Tapak Suci yang bersumber dari ajaran Islam. Ia menuturkan bahwa keilmuan pencak silat Tapak Suci bukan sekadar keterampilan fisik, melainkan juga sarana membangun kedisiplinan, keimanan, dan semangat dakwah.
“Tapak Suci bukan hanya tentang jurus dan teknik bertarung. Lebih dari itu, Tapak Suci adalah jalan perjuangan untuk menegakkan nilai-nilai Islam melalui pembinaan diri dan keteladanan,” ujar Suliantoro di hadapan para peserta.
Dalam sesi pelatihan, para peserta mendapat pembinaan teknis lanjutan, termasuk penguatan jurus dasar, teknik bela diri praktis, serta pemahaman keilmuan Tapak Suci. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang dibimbing langsung oleh Pendekar Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Salah satu peserta, *Iyang Anugraheny*, mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan ini. “Kami bisa belajar langsung dari pimpinan pusat. Selain menambah ilmu, kegiatan ini juga memotivasi kami untuk terus berlatih dan menjaga semangat Tapak Suci,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pesan motivasi dari pimpinan daerah agar seluruh kader terus menjaga komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Muhammadiyah melalui Tapak Suci.
Dengan semangat milad ke-113 Muhammadiyah, Tapak Suci Putera Muhammadiyah Temanggung berharap kegiatan ini menjadi momentum memperkuat ukhuwah, meneguhkan identitas kader, serta melanjutkan perjuangan dakwah melalui jalur bela diri.













