Tebarkan Inspirasi, 9 Santriwati Ponpes Almatera Gelar “Character Building Motivation” di MI Muhammadiyah Baledu
BALEDU, KANDANGAN – Suasana belajar di MI Muhammadiyah Baledu, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, tampak berbeda dan jauh lebih meriah dari biasanya. Kehadiran sembilan santriwati dari Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Almatera Temanggung memberikan warna baru melalui program bertajuk Character Building Motivation (CBM). Selama beberapa jam, para santriwati ini “mengambil alih” ruang-ruang kelas untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan motivasi kepada para siswa.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah ikhtiar kolaboratif untuk menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini melalui pendekatan peer-to-peer-inspiration—di mana kakak kelas atau siswa yang lebih senior menjadi teladan langsung bagi adik-adiknya.
Sinergi Pendidikan dan Pengabdian
Sembilan santriwati pilihan dari Ponpes Almatera ini datang dengan membawa misi besar: membangun kepercayaan diri dan akhlak mulia pada siswa tingkat dasar. Program CBM ini dirancang sebagai bentuk pengabdian santri kepada masyarakat, sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan kepemimpinan mereka di lapangan.
Kepala MI Muhammadiyah Baledu menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, kehadiran figur santriwati yang santun, cerdas, dan penuh semangat dapat memberikan gambaran nyata kepada para siswa mengenai hasil dari pendidikan karakter yang disiplin. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran santriwati dari Almatera. Terkadang, anak-anak lebih cepat menyerap pesan jika yang menyampaikan adalah sosok yang usianya tidak terpaut terlalu jauh dari mereka. Ada kedekatan emosional yang terbangun,” ujarnya.
Memasuki Ruang Kelas: Dari Dongeng Hingga Motivasi
Sejak bel masuk berbunyi, kesembilan santriwati tersebut langsung disebar ke berbagai ruang kelas. Mereka masuk dengan senyum ramah dan energi positif yang langsung mencairkan suasana. Selama beberapa jam di dalam kelas, mereka tidak memberikan pelajaran formal seperti matematika atau IPA, melainkan mengisi waktu dengan materi-materi pembentuk karakter.
Di kelas-kelas rendah (kelas 1-3), para santriwati menggunakan metode dongeng dan permainan interaktif. Mereka menyelipkan pesan tentang pentingnya kejujuran, menghormati orang tua, dan kedisiplinan dalam ibadah. Gelak tawa pecah saat para santriwati mengajak siswa bernyanyi lagu-lagu Islami yang edukatif.
Sementara itu, di kelas-kelas tinggi (kelas 4-6), suasana terbangun lebih dalam dan reflektif. Para santriwati berbagi kisah mengenai suka duka menuntut ilmu di pesantren. Mereka memberikan motivasi agar para siswa MI Muhammadiyah Baledu tidak takut bermimpi besar. Sesi ini banyak diisi dengan diskusi interaktif mengenai bagaimana mengelola waktu, pentingnya menjaga adab terhadap guru, hingga tips agar tetap semangat belajar meski menghadapi tantangan yang sulit.
Menanamkan Benih Karakter Melalui CBM
Program Character Building Motivation (CBM) yang dibawa oleh santriwati Almatera ini menitikberatkan pada tiga pilar utama: Religiusitas, Integritas, dan Kemandirian.
Salah satu santriwati peserta CBM mengungkapkan bahwa tujuan utama mereka adalah memberikan “percikan” inspirasi. “Kami ingin adik-adik di sini melihat bahwa menjadi santri atau pelajar yang baik itu menyenangkan. Kami berbagi tentang bagaimana kemandirian di pondok pesantren membantu kami menjadi pribadi yang lebih tangguh. Semoga apa yang kami sampaikan bisa membekas di hati mereka,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.
Melalui pendekatan yang menyenangkan, para siswa MI Muhammadiyah Baledu terlihat sangat antusias. Mereka tidak sungkan untuk bertanya tentang kehidupan di pesantren, cara menghafal Al-Qur’an, hingga hobi para kakak santriwati tersebut. Kedekatan yang terjalin singkat namun intens ini menciptakan ruang aman bagi siswa untuk mengekspresikan diri mereka.
Dampak Positif Bagi Siswa dan Sekolah
Kehadiran 9 santriwati ini memberikan dampak psikologis yang positif bagi siswa MI Muhammadiyah Baledu. Banyak siswa yang awalnya malu-malu menjadi lebih berani bercerita dan tampil di depan kelas. Guru-guru di MI Muhammadiyah Baledu juga mengamati adanya perubahan energi di lingkungan sekolah yang menjadi lebih dinamis.
“Inspirasi baru sangat penting agar siswa tidak jenuh dengan rutinitas. Melihat kakak-kakak dari Almatera yang begitu beradab dan terampil bicara, anak-anak jadi punya role model atau sosok teladan yang ingin mereka tiru. Ini sangat membantu tugas kami dalam mendidik karakter siswa,” tambah salah satu guru kelas.
Selain bagi siswa, bagi santriwati Ponpes Almatera sendiri, kegiatan ini merupakan ajang “uji nyali” intelektual dan mental. Mereka ditantang untuk bisa menguasai kelas, memahami karakter anak-anak yang beragam, dan menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami. Ini adalah bentuk nyata dari kurikulum kehidupan yang diterapkan oleh Ponpes Almatera.
Harapan Masa Depan
Kegiatan yang berlangsung selama beberapa jam ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan doa bersama di masing-masing kelas. Meski singkat, jejak inspirasi yang ditinggalkan oleh sembilan santriwati tersebut diharapkan mampu menjadi pondasi bagi siswa MI Muhammadiyah Baledu untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat.
Pihak sekolah berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda berkelanjutan. Sinergi antara lembaga pendidikan seperti Ponpes Almatera dan MI Muhammadiyah Baledu membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam mencetak generasi emas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan karakter yang kokoh.
Di bawah langit Baledu yang sejuk, semangat berbagi ilmu ini diharapkan terus menyala, membawa perubahan kecil dari dalam ruang kelas menuju masa depan Indonesia yang lebih baik.












