BeritaPCM

Teguhkan Identitas Kader, Ustadz Mukharom Kupas Tuntas PHIWM dalam Kajian Menjelang Berbuka di PCM Kandangan

122
×

Teguhkan Identitas Kader, Ustadz Mukharom Kupas Tuntas PHIWM dalam Kajian Menjelang Berbuka di PCM Kandangan

Sebarkan artikel ini
Teguhkan Identitas Kader, Ustadz Mukharom Kupas Tuntas PHIWM dalam Kajian Menjelang Berbuka di PCM Kandangan

Teguhkan Identitas Kader, Ustadz Mukharom Kupas Tuntas PHIWM dalam Kajian Menjelang Berbuka di PCM Kandangan

KANDANGAN – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nurul Iman, Punduhan, Kandangan pada Jumat Pon, 20 Februari 2026. Ratusan warga Muhammadiyah dan masyarakat setempat berkumpul dalam agenda “Kajian Menjelang Berbuka” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan. Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB ini menghadirkan pembicara utama, Ustadz Mukharom, S. Ag., yang memberikan pemaparan mendalam mengenai Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).

Dalam ceramahnya, Ustadz Mukharom menekankan bahwa PHIWM bukan sekadar teks formal hasil Muktamar Muhammadiyah ke-44 di Jakarta tahun 2000, melainkan kompas moral bagi setiap warga persyarikatan dalam menghadapi tantangan zaman modern. Ia menjelaskan bahwa pedoman ini merupakan kristalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah yang dirumuskan untuk menjadi pola tingkah laku sehari-hari.

Menanamkan Keteladanan di Ruang Pribadi dan Keluarga

Mengawali materinya, Ustadz Mukharom menyoroti poin penting dalam kehidupan pribadi warga Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa fondasi utama seorang mukmin adalah aqidah yang bersih dari syirik, bid’ah, dan khurafat. “Warga Muhammadiyah dituntut memiliki prinsip hidup tauhid yang benar dan ikhlas, yang kemudian terpancar melalui ibadah yang tekun serta akhlak mulia seperti shidiq, amanah, tabligh, dan fathanah,” ujarnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, Ustadz Mukharom membedah aspek kehidupan berkeluarga. Menurutnya, keluarga adalah tiang utama kehidupan umat. Dalam pandangan PHIWM, setiap anggota Muhammadiyah berkewajiban mewujudkan “Keluarga Sakinah” yang berfungsi sebagai tempat sosialisasi nilai Islam dan kaderisasi. Ia mengingatkan para orang tua untuk menjauhkan keluarga dari pengaruh negatif media serta menjaga seluruh anggota keluarga dari siksa neraka melalui pendidikan akhlak yang paripurna.

Etika Bermasyarakat dan Profesionalisme

Ustadz Mukharom juga menyinggung pentingnya kesalehan sosial. Ia menjelaskan bahwa Islam sangat memperhatikan hubungan ketetanggaan, bahkan hingga cakupan 40 rumah di sekitar tempat tinggal. Warga Muhammadiyah diajarkan untuk bersikap pemaaf, lemah lembut, dan tidak menyelidiki keburukan tetangga, baik kepada sesama muslim maupun non-muslim.

Dalam ranah profesional dan bisnis, Ustadz Mukharom memberikan peringatan keras berdasarkan pedoman PHIWM untuk menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. “Bisnis dan profesi bukan semata mencari nafkah, tapi merupakan wujud ibadah dan kekhalifahan di muka bumi,” tegasnya. Ia mendorong jamaah untuk memiliki etos kerja yang keras, disiplin, dan jujur, serta senantiasa menunaikan zakat, infaq, dan shadaqah dari penghasilan yang diperoleh.

Tanggung Jawab Berorganisasi dan Bernegara

Terkait pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), pembicara menjelaskan bahwa seluruh aset dan lembaga adalah milik Persyarikatan, bukan pribadi atau keluarga. Oleh karena itu, pimpinan dan pengelola AUM wajib menjalankan amanah dengan jujur, transparan, dan bersedia diaudit demi kepentingan dakwah.

Menutup materinya, Ustadz Mukharom membahas peran warga Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengimbau agar warga tidak apatis terhadap politik dan tetap mengedepankan etika Islam dalam berpolitik. “Politik Muhammadiyah adalah politik yang bertujuan membangun masyarakat Islam yang sebenar-benarnya melalui fungsi amar ma’ruf nahi munkar,” tambahnya. Ia juga mengingatkan pentingnya melestarikan lingkungan sebagai anugerah Allah yang tidak boleh dirusak.
Kajian ini diakhiri dengan doa bersama dan pembagian takjil untuk berbuka puasa bagi seluruh jamaah yang hadir. Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui saluran media sosial Muhammadiyah Kandangan dan Suara Pemuda untuk menjangkau jamaah yang lebih luas.

Komentar