ArtikelOpini

Sugeng Tindak Pak Haji Saryanto : Mugi suwarga, langgeng kagem penjenengan

358
×

Sugeng Tindak Pak Haji Saryanto : Mugi suwarga, langgeng kagem penjenengan

Sebarkan artikel ini
Sugeng Tindak Pak Haji Saryanto : Mugi suwarga, langgeng kagem penjenengan

Dini hari, Kamis 30 Oktober 2025 Di RS PKU Muhammadiyah Temanggung, Allah telah memanggil salah satu pejuang yang hebat seorang aktivis dakwah Muhammadiyah Desa Katekan Ngadirejo, Bapak H. Saryanto,
Setelah beberapa hari sakit dan dirawat di RS PKU Muhammadiyah Temanggung.

Beliau sosok kader tulen+loyal, pejuang, dan yang telah “babat alas” membuka dakwah Islam di bawah Persyarikatan Muhammadiyah di Desa Katekan Ngadirejo.  Murid langsung Guru kita semua, Allahu yarham romo KH. Moh. Warodi.  Dengan tekun, tlaten, kerja keras beliau telah berperan besar dalam dakwah.  Bahkan menurut cerita keluarga, Mas H. Faesol, ketika Bp. KH. Moh Warodi berdakwah di Katekan pada masa awal awal, pernah bertemu dengan seekor harimau, dan berusaha sembunyi sambil mematikan lampu oncor / petromaxnya.

Jangan bayangkan Katekan saat ini, tapi bayangkan Katekan di era dulu, jalan trasahan batu yang sempit yang di kanan kiri masih seperti hutan.

Betapa luar biasa perjuangan para sesepuh dan pendiri Muhammadiyah Ngadirejo dan Temanggung zaman dulu yang tidak bisa kita sebutkan satu persatu.
Bp. H. Saryanto Hampir seangkatan dan seperjuangan dengan Ulama Muhammadiyah Temanggung,  Bp. KH Asy’ari Muhadi, M.A. yang sama sama Berguru dengan Romo KH. Moh Warodi.

Beliau ini, juga termasuk imam shalat jamaah masjid Al I’tisham Katekan, dan selalu aktif dalam berdakwah di Ranting Muhammadiyah Katekan, maupun pengajian Hari Ber-Muhammadiyah Ngadirejo maupun Temanggung. Bahkan beberapa kali Pengajian Tarjih Ahad Pon. Dan kajian bahasa arab Metode Tamyiz. meski usia beliau sangat sepuh, tetap meluangkan waktu belajar bahasa arab Metode Tamyiz yang diadakan di Masjid Al I’tisham Katekan setiap malam Sabtu dalam beberapa bulan ini.
Jiwa semangat masih “Tunas Melati” pemuda Muhammadiyah, meski golongan S3 (sangat sepuh sekali).
Saya menjadi saksi, betapa gigihnya beliau dalam berdakwah. Selalu di depan memberi teladan bagi yang lebih muda dari beliau dalam menghadiri pengajian/kajian.  Salah satu prinsip beliau mengaji yang kurang lebih saya pahami dari beliau : mudheng ora mudheng, sing penting Ngaji, lamun durung mudheng, sing penting entuk ganjaran & Rahmate Gusti Allah. Bisa nguri uri & ngurip urip Muhammadiyah men urup & lestari.

Kini beliau telah tiada, meninggalkan kita semua, kita doakan yang terbaik untuk beliau.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُوْلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ. اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْلَنَا وَلَهُ وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ مَأْوَاهُ. آمِـيْن يَا رَبَّ العَالَمِين

Sudah barang tentu, selama puluhan tahun beliau berjuang, telah meninggalkan atsar (jejak jejak) kebaikan dan amal jariyah yang teramat banyak.  Seberapa banyak jamaah Muhammadiyah ranting Katekan yang beramal salih di Muhammadiyah sebagai alat perjuangannya saat ini, insya Allah mengalir pahala berlimpah untuk beliau yang telah berjuang dari nol hingga saat ini warga Muhammadiyah Katekan, bisa dibilang paling banyak di Cabang Ngadirejo. Begitu pula para tokoh kita terdahulu, dan bagi kita yang aktif di Muhammadiyah, sejatinya kita sedang menciptakan/ membuat jejak baik yang kelak akan menjadi amal jariyah bagi kita semua.

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

Sesungguhnya Kami menghidupkan (kembali) orang-orang (yang telah) mati dan Kami mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan (yakni amal-amal mereka yang diikuti oleh generasi sesudahnya). Dan segala sesuatu Kami pelihara dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfudz).
(QS Yasin : 12)

Kawan kawan semua, Angkatan Muda Muhammadiyah Ngadirejo, maupun yang pernah muda, khususnya ranting Katekan. Kita lanjutkan perjuangan beliau. Kalau tidak kita, siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi.
Tokoh Muhammadiyah ranting Katekan Guru kita, salah satu ketua PCM Ngadirejo periode muktamar ke-47, Bapak H. Samidi, S.Pd, telah mendahului menghadap kepada Allah sebelum Bp. H. Saryanto. Dimana Bp. H. Samidi wafat di tempat yang mulia, dan di waktu yang istimewa setelah menjadi imam dan khatib shalat Jumat di Masjid Al Furqan Ngadirejo sekitar 2 tahun lalu. Yang wafatnya beliau membuat kita “iri”, amalan apa yang membuat beliau diwafatkan oleh Allah, di tempat mulia, hari yang mulia, di waktu yang mulia.

Tokoh tokoh dan kader tangguh Muhammadiyah Katekan Ngadirejo satu persatu telah dipanggil Allah, tiada kata lain bagi kita selain melanjutkan perjuangan beliau.
Menggelorakan semangat dakwah Islam di bawah Persyarikatan Muhammadiyah di ranting Katekan khususnya, dan Ngadirejo serta Temanggung pada umumnya.

Masa depan dakwah Islam di bawah Persyarikatan Muhammadiyah di ranting Katekan, dan lainnya, ada di tangan penjenengan dan kita semuanya. Mari beramal shaleh dengan melanjutkan perjuangan dakwah, sebagai upaya meneladani almarhum Bp. KH. Moh. Warodi, Bp. H. Samidi, Bp. H. Saryanto, dan tokoh lainnya. Yang selalu berjiwa muda dengan Semangat Fastabiqul Khoirot, meski usia tidak lagi muda.

Tetap Istiqomah Ber-Muhammadiyah sebagai alat perjuangan dakwah Islam bagi kita, wakafkan waktu, tenaga, dan sebagian harta kita.

نَصْرٌ مِّنَ اللّٰهِ وَفَتْحٌ قَرِيْبٌۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Ngadirejo, Kamis 30 Oktober 2025.

Rofi’i
Sekretaris PCM Ngadirejo

Sugeng Tindak Pak Haji Saryanto : Mugi suwarga, langgeng kagem penjenengan

Komentar