Paling (Paham) Muhammadiyah
_Mukharom_
“Saya kuliah di Fakultas Agama Islam UMM kini UNIMMA . Saya belajar Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Saya aktif berorganisasi di IRM sekarang IPM. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.lantas Apakah boleh saya mengatakan sudah sangat paham tentang Muhammadiyah?”, Gumamku dalam hati.Gumaman itu terbantahkan saat kami sebagai pegawai di SMK MUTU Menerima kunjungan bapak H Muhasyim. S. Pd dan bapak H Arinoto dari LPCR PDM Temanggung rabu 18 Desember 2025 kemarin.Bahwa saat kita di AUM maka saat itu lah kita punya tanggung jawab untuk menghidupkan persyarikatan sesuai dengan porsi kita masing masing.
Hal itu pula yg kemudian mengingatkan kami..”Biasanya orang pintar akan merasa dirinya belum pintar. Ketika orang yang merasa pintar, sesungguhnya ia belum pintar. Karena itu katakanlah kita masih terus belajar untuk memahami Muhammadiyah. Ketika kita merasa paling paham, boleh jadi kita akan jatuh pada sifat kesombongan sebagaimana Iblis ketika merasa paling paham dan paling baik dari siapapun”,.
“Mempelajari Muhammadiyah, tidak cukup dibangku perkuliahan. Dikampus kita memahami Muhammadiyah seringkali dari buku-buku referensi yang sangat terbatas. Belajar tentang Muhammadiyah dapat dilakukan dari tokoh-tokoh Muhammadiyah mulai dari tingkat ranting hingga pimpinan pusat Muhammadiyah. Belajar Kemuhammadiyahan dapat juga didapatkan dengan terlibat langsung mengikuti kegiatan-kegiatan Muhammadiyah. Baca dan Resapi Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah sebagai salah satu sumber dan referensi paham idiologi Muhammadiyah. Baca kembali AD ART Muhammadiyah untuk memahami organisasi Muhammadiyah”,.
“Ketika Kyai Dahlan bertanya kepada santri-santrinya apakah sudah memahami kajian surah Al-Maun, santri-santrinya menjawab bahwa mereka sudah memahami surah Al-Maun dengan mengulang-ulang bacaannya saja. Kyai Dahlan kemudian mengkoreksi pemahaman murid-muridnya bahwa memahami surah Al-Maun tidak hanya dengan tekstual. Memahami surat almaun adalah dengan mengamalkan secara kontekstual yaitu mencari anak yatim untuk di rawat-di asuh-dan diberdayakan serta peduli dengan orang-orang miskin. Oleh karena itu memahami Muhammadiyah hendaknya dengan senang menebar kebermanfaatan dan kasih sayang kepada masyarakat disekitarnya.
*Guru Ismuba SMK MUTU Temanggung*
_Sekolah Generasi Baik_












