Berita

Kajian Kamis Rutin PRM Candimulyo Bahas Tahsin “Metode Aisar” dan Talqin Juz ‘Amma

267
×

Kajian Kamis Rutin PRM Candimulyo Bahas Tahsin “Metode Aisar” dan Talqin Juz ‘Amma

Sebarkan artikel ini

Kajian Kamis Rutin PRM Candimulyo Bahas Tahsin “Metode Aisar” dan Talqin Juz ‘Amma

Candimulyo, 4 Desember 2025 — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Candimulyo kembali menyelenggarakan Kajian Kamis Rutin ba’da Maghrib di Masjid At-Taqwa Dusun Ngumbulan, Candimulyo. Pada kesempatan kali ini, kajian difokuskan pada pembahasan Tahsin dengan menggunakan “Metode Aisar” serta dilanjutkan dengan talqin Juz ‘Amma.

Metode Aisar merupakan metode tahsin yang bersumber dari buku “Aisar” karya Al-Ustadz Abu Humayd Fauzi bin Isnaen, ulama asal Wonosobo yang kini menjadi imam masjid di kawasan Timur Tengah. Pengajar tahsin di Masjid At-Taqwa sendiri merupakan murid dari Al-Ustadz Fatih Murobbi Hafidzahullah, yang juga merupakan murid langsung dari penulis kitab tersebut. Dengan demikian, sanad keilmuan tahsin yang diajarkan di PRM Candimulyo dinilai tersambung dengan kuat hingga kepada Asy-Syaikh DR. Aiman Rusydi Suwa’id.

Pada pertemuan Kamis (4/12), Al-Ustadz Fatih Murobbi berhalangan hadir sehingga kajian diisi oleh Sdr. Fajar Harjiyanto Abu Salman. Dalam penyampaiannya, Fajar membawakan pesan Rasulullah ﷺ:

“كن عالِمًا أو مُتَعَلِّمًا أو مُستَمعًا أو مُحِبًّا ولا تَكُن الخامِسَ فَتَهلِك”
“Jadilah orang yang berilmu, pencari ilmu, pendengar setia, atau pecinta ilmu. Janganlah menjadi yang kelima, karena akan celaka.”

Fajar menegaskan pentingnya menuntut ilmu, terutama ilmu tahsin, yang menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang ingin membaca Al-Qur’an dengan benar. Ia menukil matan Jazariyah yang menjelaskan bahwa seorang pembaca Al-Qur’an wajib memahami makhraj huruf, sifat-sifat huruf, serta kaidah tajwid sebelum memulai membaca. Kesalahan kecil dalam pelafalan huruf, lanjutnya, dapat berakibat pada perubahan makna dan menjadi kesalahan fatal dalam bacaan Al-Qur’an.

Setelah materi utama, jamaah diajak mempelajari hukum tajwid Idzhar, yaitu hukum bacaan ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf halqi seperti أ، ه، ع، ح، خ، dan غ.

Kajian ditutup ba’da Isya dengan talqin Surat Al-Qadr, yang disertai penjelasan mengenai hukum-hukum tajwid yang terkandung di dalamnya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an jamaah serta menjaga kesinambungan tradisi belajar di lingkungan PRM Candimulyo.

Komentar