PCA Ngadirejo Gelar Muspimcab 2025, Bahas Evaluasi dan Penguatan Dakwah
Temanggung – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Ngadirejo menggelar Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) pada Ahad Pon, 7 Desember 2025 bertepatan dengan 17 Jumadil Akhir 1447 H. Kegiatan berlangsung di Aula TK Aisyiyah Demangan Ngadirejo dan dihadiri jajaran PCA Ngadirejo, ketua, sekretaris, dan bendahara seluruh Pimpinan Ranting Aisyiyah se-Cabang Ngadirejo, serta kepala sekolah dan guru TK/KB Aisyiyah. Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Ngadirejo juga turut hadir dalam agenda tersebut.
Acara dimulai pukul 08.00 WIB diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya, dan Mars Aisyiyah. Ketua PCA Ngadirejo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muspimcab merupakan kewajiban organisasi dalam satu periode kepemimpinan, sebagai forum untuk mengevaluasi serta merumuskan arah program kerja ke depan.
Muspimcab tahun ini turut dihadiri sesepuh Muhammadiyah Ngadirejo sekaligus anggota PDM Temanggung, Drs. KH. Asy’ari Muhadi, MA. Ia menekankan pentingnya keikhlasan dalam berorganisasi. “Bergerak di Muhammadiyah bukan sekadar menjalankan program, tetapi juga kesempatan menambah ilmu, memperluas pergaulan, memperoleh pengalaman, dan berinteraksi dengan orang-orang saleh,” ujarnya.
Dalam rangkaian acara, disampaikan pula materi tausiyah dan motivasi oleh Ustadz Rofi’i, S.Pd. dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngadirejo. Ia mengajak para pimpinan Aisyiyah memahami kembali khittah perjuangan KH. Ahmad Dahlan untuk memperkuat militansi dakwah dan menjaga komitmen berorganisasi. Beberapa poin penting khittah tersebut di antaranya:
Tidak menduakan Muhammadiyah dengan organisasi lain.
Tidak menyimpan dendam meskipun mendapat kritik.
Tidak besar hati ketika menerima pujian.
Menjauhi sifat ujub, sombong, dan riya.
Rela berkorban harta, pikiran, dan tenaga dengan ikhlas.
Bersungguh-sungguh dalam pendirian.
Ustadz Rofi’i juga mengingatkan agar warga Muhammadiyah tidak mudah terpengaruh organisasi lain yang belum terbukti amanah maupun keberlanjutannya. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah telah berkiprah selama lebih dari satu abad dengan jaringan pendidikan, kesehatan, dan amal usaha yang kuat dan terpercaya.
“Komitmen berdakwah melalui Muhammadiyah sudah terbukti selama 113 tahun. Aset amal usaha yang dikelola mencapai ratusan triliun dan menjadi jaringan dakwah Islam yang tersebar dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi,” jelasnya.
Setelah sesi tausiyah, Muspimcab dilanjutkan dengan pembahasan program kerja dan evaluasi pelaksanaan kegiatan PCA Ngadirejo. Agenda berakhir pukul 13.00 WIB dan berjalan lancar.










