Kajian Ahad Pagi PRM Bolang Kupas Makna Haji dan Umrah sebagai Panggilan Ilahi
BOLANG – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bolang kembali menggelar Kajian Ahad Pagi di Masjid Baiturrahman, Dusun Bolang, Desa Klepu, Kecamatan Kranggan, Ahad (11/1/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 05.00–06.00 WIB tersebut mengangkat tema Ibadah Haji dan Umrah dan diikuti oleh masyarakat Dusun Bolang serta sekitarnya.
Kajian ini menghadirkan pemateri Ustadz Rohmat Witono dari KBIHU Ar Roudhoh PDM Temanggung. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan makna, landasan, serta hikmah ibadah haji dan umrah sebagai bagian dari rukun Islam yang memiliki dimensi spiritual dan sosial yang mendalam.
Ustadz Rohmat menyampaikan bahwa kewajiban haji merupakan panggilan langsung dari Allah SWT kepada umat Islam yang telah memenuhi syarat kemampuan, baik secara fisik, finansial, maupun mental. Menurutnya, ibadah haji dan umrah tidak sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan iman yang menuntut kesiapan lahir dan batin.
“Ibadah haji dan umrah harus dilandasi ilmu agar pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Tanpa pemahaman yang benar, seseorang berisiko melakukan kesalahan dalam beribadah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesiapan ilmu dan niat yang ikhlas dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah. Dengan bekal tersebut, jamaah diharapkan mampu menjalankan rukun dan wajib haji secara benar serta meraih predikat haji yang mabrur.
Ustadz Rohmat juga menjelaskan bahwa haji mabrur tidak hanya diukur dari sahnya pelaksanaan ibadah, tetapi juga dari perubahan perilaku setelah kembali ke tanah air. “Tanda haji yang mabrur terlihat dari akhlak yang semakin baik, ibadah yang meningkat, dan kepedulian sosial yang semakin kuat,” jelasnya.
Pada bagian akhir kajian, ia menyampaikan pesan bahwa Allah SWT memiliki berbagai cara dalam memanggil hamba-Nya ke Tanah Suci. Menurutnya, setiap orang memiliki jalan dan proses yang berbeda dalam memenuhi panggilan tersebut.
Kajian Ahad Pagi PRM Bolang ini mendapat sambutan antusias dari jamaah. Selain menambah wawasan keislaman, kegiatan rutin tersebut diharapkan terus menjadi sarana pencerahan, penguatan keimanan, serta wadah silaturahmi dan pembinaan umat di tingkat ranting.
Kontributor: Taufik Afandi












