Berita

Kajian Ahad Pagi PRM Bolang: Memaksimalkan Umur dengan Amal Saleh

251
×

Kajian Ahad Pagi PRM Bolang: Memaksimalkan Umur dengan Amal Saleh

Sebarkan artikel ini

Kajian Ahad Pagi PRM Bolang: Memaksimalkan Umur dengan Amal Saleh

Kranggan — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bolang kembali menggelar Kajian Ahad Pagi pada Minggu, 16 November 2025, di Masjid Baiturrahman, Dusun Bolang, Desa Klepu, Kecamatan Kranggan. Kegiatan yang dimulai pukul 05.00 WIB ini dihadiri puluhan jamaah dari Dusun Bolang dan wilayah sekitar.

Kajian kali ini menghadirkan Ustaz Afif Fauzi, Lc., yang menyampaikan materi bertema “Memaksimalkan Umur dengan Amal Saleh.” Sejak dimulai, suasana pagi yang sejuk dan tenang membuat rangkaian acara berlangsung khusyuk. Kegiatan diawali dengan pembacaan beberapa surat dari Juz Amma secara bersama-sama, kemudian dilanjutkan doa sebelum memasuki inti kajian.

Hadis tentang Manusia Terbaik sebagai Landasan Kajian

Dalam penyampaian materinya, Ustaz Afif membuka kajian dengan mengangkat sebuah hadis Rasulullah SAW tentang manusia terbaik. Hadis tersebut berbunyi bahwa sebaik-baik manusia adalah “orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.”

Hadis ini menjadi pintu masuk pembahasan bahwa setiap detik umur yang diberikan Allah SWT merupakan kesempatan berharga untuk melakukan kebaikan. “Kita hidup bukan tanpa arah. Tujuan penciptaan manusia adalah beribadah kepada Allah, dan ibadah itu tidak terbatas pada ritual saja, melainkan mencakup seluruh aktivitas yang bernilai kebaikan,” jelasnya.

Kisah Dua Laki-Laki di Masa Rasulullah SAW

Untuk mempertegas pentingnya memanfaatkan umur, Ustaz Afif mengisahkan sebuah riwayat terkenal tentang dua orang laki-laki pada masa Rasulullah. Salah satunya wafat dalam keadaan syahid, sementara yang satunya lagi meninggal satu tahun kemudian setelah terus melaksanakan ibadah.

Menurut riwayat, orang yang meninggal belakangan justru masuk surga lebih dahulu karena tambahan satu tahun hidupnya terisi dengan amal saleh yang konsisten. “Inilah bukti bahwa umur adalah nikmat besar. Selagi diberikan kesempatan hidup, kita harus mengisinya dengan amal yang terbaik,” ujarnya.

Anjuran Muhasabah dan Kesadaran tentang Singkatnya Umur

Lebih jauh, Ustaz Afif mengingatkan bahwa umur manusia pada umumnya tidaklah panjang. Karena itu, setiap muslim perlu rutin melakukan muhasabah atau introspeksi diri.

Setiap dari kita harus bertanya: apakah umur yang kita jalani telah terisi ketaatan atau justru sebaliknya? Waktu terus berjalan dan tidak ada yang kembali. Muhasabah inilah yang menjaga hati agar tidak lalai,” terangnya.

Pesan Khusus bagi yang Memasuki Usia 40 Tahun

Pada bagian akhir kajian, Ustaz Afif memberikan perhatian khusus kepada jamaah yang berusia 40 tahun ke atas. Menurutnya, usia tersebut adalah fase kedewasaan dan titik penting dalam perjalanan hidup seseorang.

Ia mengutip sebuah doa dalam Al-Qur’an yang mengajarkan permohonan syukur, kekuatan beramal saleh, dan kebaikan yang berlanjut bagi keturunan. “Doa ini sangat dianjurkan bagi mereka yang memasuki usia 40 tahun. Mohonlah kepada Allah agar diberi kemampuan bersyukur, dimudahkan dalam amal saleh, dan diberkahi dalam keturunan,” jelasnya.

Perbanyak Istigfar dan Taubat sebagai Bekal Akhir Hayat

Selain itu, Ustaz Afif juga mengajak jamaah memperbanyak istigfar dan bertaubat. Ia menegaskan bahwa tiga amalan utama—memohon ampun, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan memperbaiki ibadah—adalah cara untuk memastikan sisa umur dijalani dalam kebaikan.

Mengisi hidup dengan amal saleh adalah jalan untuk memuliakan umur yang tersisa. Jangan biarkan waktu terbuang sia-sia,” pesannya.

Kajian Rutin yang Ditunggu Warga

Kajian Ahad Pagi PRM Bolang telah menjadi salah satu agenda keagamaan yang selalu ditunggu warga. Dengan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, kegiatan ini memberikan pembinaan spiritual dan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup melalui amal saleh.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Para jamaah pulang dengan membawa pesan kuat bahwa umur yang panjang bukan sekadar jumlah tahun hidup, tetapi sejauh mana seseorang mengisinya dengan ketaatan dan kebaikan.

Komentar