Mengokohkan Manhaj Aqidah Muhammadiyah, Ratusan Kader Padati Seminar di Temanggung
TEMANGGUNG – Sebanyak 450 peserta dari berbagai unsur Persyarikatan Muhammadiyah memadati Seminar Manhaj Aqidah Muhammadiyah yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Temanggung di Graha Bumi Phala, Kompleks Setda Kabupaten Temanggung, Ahad (5/7/2026). Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Dakwah PDM Temanggung sebagai ikhtiar memperkuat pemahaman akidah warga Muhammadiyah di tengah berbagai tantangan kehidupan kontemporer.
Peserta seminar berasal dari unsur Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Organisasi Otonom (Ortom), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA), Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), serta seluruh unsur pembantu pimpinan (UPP) di lingkungan PDM Kabupaten Temanggung.
Sebelum acara inti dimulai, suasana seminar diawali dengan penampilan Mentari Voice, grup nasyid Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PCM Ngadirejo. Penampilan tersebut menghadirkan nuansa religius yang menambah semangat peserta sebelum mengikuti rangkaian seminar.
Ketua PDM Kabupaten Temanggung, KH. Makmun Pitoyo, M.Pd., dalam sambutannya mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus memperkuat pemahaman akidah agar semakin mantap dalam menjalankan ajaran Islam dan mengamalkan nilai-nilai Muhammadiyah, baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yang berlandaskan manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah, dengan berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman yang lurus.
Menurutnya, dalam memahami hadis maupun berbagai persoalan keagamaan, Muhammadiyah tidak mengabaikan pendapat para ulama terdahulu. Pandangan para ulama justru menjadi khazanah keilmuan yang dikaji secara kritis, kemudian dikembalikan kepada dalil-dalil yang sahih sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
“InsyaAllah, inilah yang menjadi landasan kita untuk terus bergerak bersama, menegakkan dakwah Muhammadiyah serta mewujudkan amar makruf nahi mungkar demi tegaknya Islam yang rahmatan lil ‘alamin di bumi pertiwi Indonesia,” tutupnya.
Seminar menghadirkan dua narasumber yang membahas manhaj akidah Muhammadiyah dari perspektif historis hingga tantangan kekinian. Materi pertama disampaikan oleh Ustaz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M., anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, dengan tema “Akar Sejarah dan Konsep Akidah Muhammadiyah dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT).” Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami fondasi historis serta konsep akidah Muhammadiyah yang menjadi pedoman dalam menjalankan kehidupan beragama.
Materi kedua disampaikan oleh Ustaz Nur Fajri Romadhon, Lc., M.A., anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang mengangkat tema “Konsep Akidah Muhammadiyah dalam Konteks Kontemporer.” Ia menjelaskan pentingnya menghadirkan pemahaman akidah yang kokoh sekaligus mampu menjawab dinamika kehidupan modern tanpa meninggalkan prinsip-prinsip Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Seminar yang dipandu Ustaz Ja’far Shodiq, Lc. tersebut berlangsung interaktif. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai persoalan akidah yang berkembang di tengah masyarakat.
Melalui Seminar Manhaj Aqidah Muhammadiyah ini, PDM Kabupaten Temanggung berharap lahir kader-kader Muhammadiyah yang memiliki akidah yang kokoh, pemahaman keislaman yang mendalam, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam kehidupan bermasyarakat. Seminar ini juga diharapkan semakin menguatkan gerakan dakwah Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.












