Menyongsong Ramadan 1447 H, PRM Malebo Susun Langkah Strategis: Dari Kaderisasi hingga Digitalisasi Dakwah
MALEBO – Di tengah suasana malam yang sejuk di lereng perbukitan, semangat organisasi tetap membara di lingkup Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Malebo. Pada Senin malam, 5 Januari 2026, jajaran pimpinan dan tokoh Muhammadiyah tingkat ranting berkumpul untuk merumuskan arah gerak organisasi ke depan. Bertempat di kediaman Bapak Mali Imron, Rapat Pimpinan Ranting ini menghasilkan sejumlah agenda strategis yang menitikberatkan pada penguatan peran pemuda, persiapan bulan suci Ramadan, hingga transformasi digital.
Rapat yang dimulai tepat pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pleno PRM Malebo, perwakilan Ortom (Organisasi Otonom), serta tokoh masyarakat setempat. Pertemuan ini menjadi krusial mengingat tahun 2026 membawa tantangan baru dalam dakwah kemasyarakatan yang menuntut kemandirian dan kreativitas di tingkat akar rumput.
Almatera sebagai Ujung Tombak Dakwah Masjid
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan dalam rapat tersebut adalah optimalisasi peran anak-anak Almatera (Alumni Madrasah/Muallimin Muallimat yang bertugas di daerah). PRM Malebo memandang bahwa keterlibatan aktif generasi muda adalah kunci keberlanjutan dakwah.
Ketua PRM Malebo menekankan bahwa anak-anak Almatera akan diterjunkan langsung dalam berbagai pos ibadah dan pendidikan. Agenda yang telah disepakati meliputi:
Pengajian Malam Rabu: Menjadi ruang belajar rutin bagi warga.
Khotbah Jumat: Penugasan kader di Masjid Arrahmah dan Masjid Al-Huda.
Kader Imam: Penugasan imam rawatib di TPQ dan Masjid Al-Huda untuk membiasakan kader muda tampil di depan publik.
Manajerial TPQ: Mengasuh dan mengelola operasional TPQ Arrahmah secara langsung.
Kuliah Subuh: Mengisi mimbar subuh di Masjid Arrahmah guna menghidupkan suasana spiritual pagi hari.
“Kami ingin masjid bukan hanya tempat salat, tapi pusat perkaderan. Dengan melibatkan Almatera, kita memastikan estafet kepemimpinan umat terus berjalan,” ujar salah satu pimpinan rapat.
Sinergi Persiapan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H
Mengingat bulan Ramadan yang kian mendekat, PRM Malebo telah menyusun rencana matang. Salah satu agenda yang menarik adalah Kegiatan Pemulasaraan Jenazah. Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan puasa dengan menggandeng Pimpinan Ranting Aisyiyah Malebo.
Guna memastikan pemahaman yang mendalam, rapat menetapkan Ust. Suwondo sebagai pemateri utama. Pelatihan ini dianggap penting agar warga, khususnya ibu-ibu Aisyiyah dan pemuda, memiliki kemandirian dalam menjalankan fardu kifayah sesuai tuntunan Tarjih.
Selain itu, kepanitiaan Idul Fitri 1447 H juga mulai dipersiapkan sejak dini. Untuk posisi Imam dan Khatib salat Idul Fitri mendatang, muncul dua nama tokoh yang dipersiapkan, yakni Ust. Jakfar atau Ust. Syakban. Penentuan lebih awal ini dimaksudkan agar persiapan teknis di lapangan dapat dilakukan lebih maksimal.

Evaluasi KEMAIS: Menuntut Partisipasi Aktif Orang Tua
Rapat juga mengevaluasi kegiatan KEMAIS (Kemah Iman dan Taqwa Siswa). Dari hasil diskusi, diputuskan adanya kebijakan baru untuk pelaksanaan mendatang. PRM Malebo mewajibkan seluruh wali murid TPQ dan anggota ranting untuk berpartisipasi langsung dalam proses perkemahan.
“KEMAIS bukan sekadar menitipkan anak untuk berkemah. Ini adalah proses pendidikan bersama. Kami ingin ada sinergi antara guru, murid, dan orang tua di lapangan,” tegas pimpinan rapat saat membahas evaluasi pendidikan. Dengan kehadiran orang tua, diharapkan nilai-nilai karakter yang diajarkan dalam kemah bisa berlanjut hingga ke rumah.
Peran Pemuda dan Nasyiatul Aisyiyah (NA)
Tak hanya fokus pada urusan ibadah ritual, PRM Malebo memberikan mandat penuh kepada Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah (NA) untuk merancang kegiatan TPQ selama bulan Ramadan. Kreativitas kaum muda diharapkan mampu membuat suasana Ramadan bagi anak-anak menjadi lebih ceria namun tetap edukatif. Rencana ini mencakup perlombaan keagamaan, buka puasa bersama, hingga pesantren kilat yang dikemas secara modern.
Menuju Ranting Digital
Poin terakhir yang tidak kalah penting adalah komitmen PRM Malebo untuk melakukan digitalisasi di setiap kegiatan ranting. Di era informasi ini, PRM Malebo menyadari bahwa dokumentasi dan publikasi kegiatan adalah bagian dari dakwah itu sendiri.
Maksimalisasi media sosial, pendataan anggota berbasis digital, hingga pelaporan kegiatan secara daring akan menjadi fokus utama. “Dunia harus tahu bahwa di Ranting Malebo, denyut nadi Muhammadiyah terus berdetak. Digitalisasi akan memudahkan kita berkoordinasi dan menyebarkan syiar Islam berkemajuan,” tambahnya.
Rapat berakhir menjelang tengah malam dengan semangat kebersamaan yang kuat. Keputusan-keputusan strategis ini diharapkan dapat segera diimplementasikan demi kemaslahatan warga Malebo dan kejayaan dakwah Muhammadiyah secara luas.












