Pengajian PDM Temanggung di Bansari Membeludak, Jadi Ruang Kajian, Konsultasi, dan Evaluasi Persyarikatan
Bansari, Temanggung — Semangat warga Muhammadiyah Kabupaten Temanggung kembali terlihat dalam kegiatan Pengajian Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Temanggung yang berlangsung di Bansari, Ahad, 20 September 2026. Kegiatan berlangsung semarak dengan antusiasme peserta yang begitu tinggi hingga tempat duduk yang disediakan tidak mampu menampung seluruh jamaah yang hadir.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memperdalam ilmu keislaman melalui kajian, tetapi juga menjadi forum bersama untuk berkonsultasi, mengevaluasi kondisi masing-masing unsur Persyarikatan, serta menyampaikan laporan perkembangan dan capaian kegiatan.
Pengajian diikuti oleh keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Temanggung yang terdiri atas unsur Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Organisasi Otonom (Ortom), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), serta Unsur Pembantu Pimpinan (UPP). Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadikan kegiatan berlangsung dalam suasana yang penuh kebersamaan dan komunikasi.
Kajian disampaikan oleh KH. Agus Efendi, M.Ag., yang juga merupakan bagian dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Temanggung. Kajian menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan, memberikan ruang bagi peserta untuk mendapatkan penguatan wawasan keislaman sekaligus refleksi bersama dalam menjalankan aktivitas Persyarikatan.
Namun, kegiatan kali ini tidak berhenti pada kajian. Masing-masing unsur juga memiliki ruang untuk menyampaikan keadaan, perkembangan, capaian, maupun hal-hal yang masih membutuhkan perhatian dan evaluasi. Dengan demikian, pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi bersama untuk melihat perjalanan Persyarikatan dari berbagai sisi.
Forum semacam ini menjadi penting karena setiap PCM, AUM, Ortom, maupun UPP memiliki dinamika dan tantangan masing-masing. Melalui konsultasi dan evaluasi bersama, berbagai pengalaman dapat dibagikan sehingga setiap unsur dapat saling memberikan masukan dan penguatan.
Antusiasme peserta pun begitu terasa. Jamaah yang hadir memadati lokasi kegiatan hingga kursi yang disiapkan tidak lagi mencukupi. Sebagian peserta tetap mengikuti kegiatan dengan penuh semangat meskipun tidak mendapatkan tempat duduk.
Suasana tersebut menunjukkan bahwa kegiatan bersama seperti ini memiliki ruang tersendiri di tengah warga Muhammadiyah. Selain menjadi sarana menambah ilmu, pertemuan juga menjadi momentum untuk bertemu, berbincang, menyampaikan perkembangan, dan memperkuat hubungan antarelemen Persyarikatan.
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Makmun Pitoyo, M.Pd. menyampaikan terima kasih kepada PCM Bansari yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya kegiatan. Menurutnya, kontribusi PCM Bansari menjadi bagian penting dalam menghadirkan kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur Muhammadiyah dalam satu forum.
Apresiasi tersebut juga menjadi catatan tersendiri bagi PCM Bansari yang tergolong sebagai salah satu PCM yang relatif baru di Kabupaten Temanggung. Dengan usia kepengurusan yang telah berjalan sekitar dua tahun lebih, PCM Bansari terus mengambil bagian dalam menghidupkan kegiatan Persyarikatan di tingkat cabang.
Ust. Makmun menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi, kebersamaan, dan kekeluargaan di antara seluruh unsur Muhammadiyah. Menurutnya, pertemuan seperti ini menjadi salah satu cara untuk memastikan komunikasi tetap terjaga dan setiap unsur dapat berjalan bersama dalam menjalankan amanah Persyarikatan.
“Terima kasih kepada PCM Bansari yang telah membantu menyelenggarakan kegiatan ini. Mudah-mudahan melalui kegiatan seperti ini silaturahmi, kebersamaan, dan kekeluargaan kita semakin erat,” ungkap Ust. Makmun.
Lebih dari sekadar agenda rutin, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk melihat bagaimana Persyarikatan bergerak dari berbagai tingkatan. Laporan capaian yang disampaikan masing-masing unsur memberikan gambaran mengenai program yang telah berjalan, sementara konsultasi dan evaluasi menjadi kesempatan untuk melihat hal-hal yang perlu diperkuat ke depan.
Ramainya peserta juga menjadi gambaran bahwa semangat kebersamaan masih terus tumbuh di tengah keluarga besar Muhammadiyah Temanggung. Dari pimpinan, AUM, Ortom, PCM hingga UPP, seluruhnya bertemu dalam satu ruang untuk belajar, berbagi, mengevaluasi, dan menguatkan langkah bersama.
Dari Bansari, kegiatan tersebut kembali menegaskan bahwa kekuatan Persyarikatan tidak hanya dibangun melalui program dan capaian, tetapi juga melalui komunikasi, silaturahmi, evaluasi, dan kebersamaan. Ketika berbagai unsur dapat duduk bersama, menyampaikan keadaan masing-masing, serta saling menguatkan, langkah Muhammadiyah di Kabupaten Temanggung dapat terus bergerak secara bersama-sama.












